Board game, skor akhir, hidup

Suka main board game? Buat anak Indonesia pada umumnya, misalnya kata board game disebut maka yang akan muncul di pikiran adalah ular tangga, monopoli, atau mungkin juga halma. Salah satu hal yang baru gue lakukan saat di KAUST adalah ikutan main board game dari waktu ke waktu. Board game ini sendiri punya beberapa tipe, tergantung bagaimana dimainkannya. Gue sendiri paling nggak bisa main board game tipe abstrak – di mana mainannya adalah murni strategi dan semua pemain bisa lihat posisi pemain lain. Contoh board game jenis ini adalah catur, di mana kedua pemain bisa melihat posisi semua piece di board, dan tidak ada yang disembunyikan. Game lain yang menjadi kelemahan gue adalah game yang melibatkan bluffing, alias bohong. Yaa dari kecil biasa jujur ahaha, kalau coba bluffing langsung ketahuan.

Tipe board game yang paling gue suka adalah tipe board game resource management. Tujuan utama dari board game tipe ini cukup simpel, di mana pemain yang memiliki skor paling tinggi menang. Yang menarik adalah bagaimana tiap pemain menggunakan resource yang dia miliki untuk meningkatkan skornya. Biasanya tiap pemain dialokasikan resource yang sama pada permulaan game. Seiring berjalannya game, pemain bisa mengalokasikan resourcenya tergantung dengan strateginya sendiri. Di tipe game ini, keberuntungan juga berpengaruh, karena beberapa resource dan misi didapat dengan random, kadang resource yang kita butuhkan diambil oleh pemain lain, dan ya namanya juga untung-untungan kadang strategi kita runtuh karena pemain lain terlanjur menang lebih dulu. Ada yang memulai dengan pelan-pelan untuk meningkatkan kapasitas produksi resource, dan mendekati akhir game tiba-tiba poinnya naik drastis. Ada yang gerak cepat untuk mengakumulasi poin, dan meningkatkan produksinya sambil jalan.

Image result for seven wonders board game
Seven Wonders – amazon.com

Yang menarik adalah untuk tipe game resource management, kita bisa saja mengakumulasi resource banyak-banyak sepanjang permainan. Namun, saat perhitungan poin bisa jadi jumlah resource yang kita punya nggak terlalu dihitung – misalnya yang dihitung adalah jumlah misi yang diselesaikan, jumlah token yang kita punya, dll. Resource yang kita kumpulkan cuma jadi sarana untuk menang – bagaimana kita menggunakannya untuk mencapai objektif dari permainan – bukan sebagai tujuan dari permainan itu sendiri.

Nah dari sini gue pun berpikir sedikit tentang bagaimana tipe game ini agak mirip dengan kehidupan nyata. Kita diberi resource, dan kita harus berpikir bagaimana cara menggunakan resource yang kita punya untuk mencapai objektif dalam hidup. Resource bisa saja datang dalam bentuk uang, waktu, kesehatan, bakat, kesempatan, dll. Yang jadi pertanyaan adalah, apa objektif dari permainan hidup ini? Buat orang yang beragama mungkin dari agamanya masing-masing sudah diberi garis besar, apa yang jadi tujuan akhir hidupnya. Bahkan buat agama gue sendiri udah dijelaskan bahwa saat perhitungan poin nanti (which is di akhirat), resource yang kita dapat bukannya jadi poin tambahan malah harus bisa dipertanggungjawabkan. Apakah kita sudah menggunakan resource dengan maksimal untuk menambah poin (pahala), dan apakah nanti poin kita akan bisa cukup untuk bisa masuk surga?

Mirip dengan board game, nasib akan berperan dalam menentukan resource dan kesempatan apa yang akan kita dapatkan untuk mencapai tujuan kita nanti. Masing-masing individu pun bebas menentukan strategi apa yang akan mereka pakai untuk menghandle situasi yang sudah disodorkan kepada mereka untuk mencapai tujuannya masing-masing. Tapi tentu saja hidup ini nggak sepenuhnya seperti board game, karena pada kenyataannya nggak semua orang memulai permainan ini dengan jumlah resource yang sama. Dan pada kenyataannya mungkin winning condition dan cara perhitungan hasil akhir bagi tiap orang akan berbeda-beda. Iri dan nyinyir akan bagaimana cara orang lain bermain jadi nggak relevan, karena bisa jadi dari awal kita bahkan memainkan game yang berbeda, hanya saja kita melakukannya di tempat yang sama.

Dan gue sendiri? Tentu saja gue punya tujuan dan strategi sendiri. Tapi apakah ini tujuan dan strategi yang benar? Untuk ini kita harus melihat nanti saat permainan berakhir dan perhitungan poin dilakukan.

Advertisements