Umroh di bulan Ramadhan

Sejauh ini saya baru pernah umroh dua kali, dan alhamdulillah di bulan puasa ini saya dapet kesempatan untuk umroh ketiga kalinya. Dan ternyata, umroh di bulan puasa itu… Sesuatu banget :))

Jadi apa aja bedanya antara umroh di bulan puasa dengan umroh di waktu biasa?
  1. Penuh banget. Berhubung bulan Ramadan penuh dengan multiplier pahala, maka wajar kalau orang-orang lalu berlomba-lomba menunaikan ibadah. Jadilah mataf lantai satu dan dua dipenuhi jamaah yang tawaf. Kemarin saya akhirnya melakukan tawaf dari jembatan mataf di lantai tiga, dan apabila saya melihat ke bawah dari atas, rasanya benar-benar luar biasa. Ada banyak sekali jamaah yang melakukan tawaf di seputaran kakbah. Jangankan bisa menyentuh kakbah, rasanya benar-benar gak kebayang bagaimana caranya bisa bergerak di tengah lautan manusia seperti itu. Oh dan yang rese adalah, kenapa ada orang yang sempet-sempetnya selfie pas lagi tawaf. Akibatnya, jalur paling dalam di jembatan mataf biasanya macet karena ada orang-orang yang berhenti buat selfie-selfie dulu. Plis lah ini mau ibadah apa ngapain -_-.
  2. Banyak yang berbagi. Karena jembatan mataf lantai tiga yang tepat langsung di bawah matahari, suhu di sana benar-benar panas. Untungnya ada orang-orang baik yang membawa kotak tisu sambil tawaf, jadi kita bisa meminta tisu dari mereka untuk menyeka keringat. Bahkan ada bapak-bapak yang sengaja bawa spray bottle untuk menyemprot orang-orang supaya nggak kepanasan. Semoga kebaikannya dibalas Allah SWT :’). Oh, dan waktu berbuka ada banyak orang yang bagi-bagi kurma, teh, dan air zamzam. Pokoknya gak usah khawatir gak kebagian ta’jil deh waktu buka puasa.

    Buka bareng sama istri habis umroh huhuy
  3.  Solat taraweh benar-benar butuh perjuangan. Nah, ini dia bagian paling seru dari ramadhan di Haram. Dikarenakan membludaknya jumlah pengunjung, gak adanya penanda tempat solat yang jelas di pelataran masjidil Haram, dikombinasikan dengan petugas mesjid yang nggak bisa bahasa inggris, jadilah kita gagal paham, mana tempat yang boleh buat solat taraweh dan mana yang buat jalan umum. Ya saya sebagai pendatang dari asia tenggara ikutan solat aja dong, di mana ada saf solat di situ saya ikutan solat. Nah tapi ternyata beberapa tempat nggak boleh buat solat, dan bolak balik si petugas datang buat ngebubarin saf-saf ‘liar’ ini. Sering banget deh kedengeran teriakan petugas ‘yala haj, yala yala’. Bahkan kalo kita kekeuh solat di situ, kita bakal didorong-dorong meskipun udah mulai bersedekap. Walhasil solat jadi ga khusyu takut dibubarin satpol pp petugas. Konon salah satu cara untuk mendapatkan tempat solat yang benar adalah dengan camping di saf dari waktu solat ashar. Wew.
    Suasana selama Ramadhan

    Oh, dan katanya di malam 27 kondisinya bakal lebih ekstrim dari ini. Wah nggak kebayang deh gimana caranya nanti misalnya saya mau tarawih di malam 27.

2 thoughts on “Umroh di bulan Ramadhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s