Masa depan? Hmmm

Hmm, sudah lama gak ngepos di sini, coba kita buat postingan tentang masa depan. Berhubung gw udah nikah, sekarang gw bener-bener harus mikirin masa depan pasca PhD karena sebagai kepala keluarga udah jelas masa depan gw akan mempengaruhi masa depan istri dan anak-anak gw nanti. Jadi, kira-kira mau ngapain abis lulus?

  1. Keluar dari Saudi. Untungnya gw dan istri sepakat masalah ini. Terutama abis balik dari Turki, di mana di luar sana bener-bener ada beragam orang dengan latar belakang yang berbeda, dan meskipun tentunya lebih chaotic dari KAUST tapi excitement yang ada nyata dan banyak yang bisa dieksplor di luar sana. Oh dan dua hal yang bener-bener gw kangenin: jalan-jalan di tengah pepohonan di gunung (yang super gampang untuk dilakukan di Korea di mana dulu gw sering sepedaan ke kaki gunung) dan tempat-tempat bersejarah (mengingat di sini bangunan bersejarahnya digusur jadi WC umum).
  2. Post doc? Kerja di industri? Pengennya sih yang kedua, berhubung gak ada niatan jadi akademisi (berhubung rebutan professorship kayaknya penuh darah, keringat, dan air mata). Masuk ke industri pun pengennya tetep bagian R&D sih hehe. Untung sekarang bidangnya lumayan asik di semikonduktor, jadi InsyaAllah mudah masuk industri, aminn.
  3. Dapet permanent citizenship di eropa. Salah satu hal yang sering dimimpiin gw sama istri. Hahah setelah ngintip postingan orang-orang di sosmed yang kayaknya kangen banget sama Indonesia dan pengen balik abis melakukan urusannya di luar negeri, ternyata memang gw sungguh nggak nasionalis :p. Kalau ada yang berargumen bahwa turis mancanegara aja demen sama Indonesia, ya bisa aja kan ngunjungin buat liburan terus cabcus tanpa harus pusing mikirin kondisi pemerintahan. *lirik permanent citizenship jerman yang dikasih setelah menetap 5 tahun, kalo perlu naturalisasi yang 8 tahun*
  4. Keliling dunia. Mumpung belom punya anak. Gw sama istri agak anti mainstream, di mana orang lain pengen secepetnya punya anak, kita masih pengen jalan-jalan. Well, ini juga masukan dari temen-temen yang udah punya anak sih, bahwa kalo udah punya anak maka anak mereka gak selalu mau dibawa ke tempat-tempat misalnya museum, bangunan bersejarah, apalagi dibawa hiking ke gunung. Gak kebayang kalo kemaren pas ke cistern bawa anak, bisa jerit-jerit berhubung tempatnya gelap, dingin, dan kelam gitu. Minimal sehari mesti dibawa ke Disneyland lah. Terima kasih buat kedua ortu gw yang udah rela mengorbankan acara jalan-jalan untuk membesarkan gw, tapi kayaknya gw gak mau punya anak dulu sebelom gw dan istri nyoba skydiving :)).

Udah ah, sekarang yang penting lulus dulu. Atau minimal publish di jurnal dulu. Atau minimal pergi conference lah. Eaa~

One thought on “Masa depan? Hmmm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s