#Yoipedulibangsa

Nyaris 5 tahun yang lalu, hashtag ini muncul di kalangan anak-anak elektro 2007, tepatnya di tengah kegabutan masa-masa KP. Berawal dari salah satu teman yang mungkin karena saking gabutnya, terus dia mulai membanjiri timeline twitter dengan postingan-postingan penuh nasionalisme yang berapi-api. Dan ini berlanjut terus semasa KP, sehari bisa hampir 10 tweet yang isinya nasionalis banget dari si teman ini. Anak-anak 07 yang lain pun ikutan ngetweet nasionalis (tapi geje, misalnya “gue nggak mandi seminggu demi menghemat cadangan air negara #yoipedulibangsa”) karena terinspirasi si teman, dengan hashtag #yoipedulibangsa.Setelah lulus, si teman pun bekerja di sebuah perusahaan oil & gas milik asing. Eh.

Hemm mungkin sejak saat itu, kalau ada orang yang sok nasionalis tapi masih sebatas cuap-cuap di socmed tanpa kajian yang jelas, rasanya pengen banget gw sumpel mulutnya. Sementara teman-teman yang nggak pake tweet berapi-api sudah menunjukkan berbagai macam kontribusi nyata. Misalnya, ada yang startupnya berhubungan dengan membuat pembangkit di berbagai daerah di Indonesia, dan ada juga yang startupnya berhubungan dengan membuat alat pemberi makan ikan otomatis untuk membantu ternak ikan (yang menang satu juta euro). Kelihatannya memang satu perbuatan mengalahkan seribu ucapan.

Bagaimana dengan gw? Sempet sih rasanya pengen berkontribusi nyata gitu abis lulus – meskipun ga ada hasilnya karena setelah gw evaluasi lagi sekarang gw kebanyakan ngeluh, bukannya kontribusi nyata. Gak beda jauh sama si teman yang #yoipedulibangsa. Bagaimana dengan nasionalisme gw sekarang? Yaa anggap saja misalnya dikasih kesempatan dapet kewarganegaraan di eropa gw ga akan mikir dua kali hahahah. Demi jalan-jalan nggak pake visa.

25 Februari 2015, ditulis sambil siul-siul melihat nilai tukar uang yang semakin tinggi (jahat yah gw hahaha).

3 thoughts on “#Yoipedulibangsa

  1. Ditt.. kerja di oil & gas company itu sebenernya kerja utk negara jg, kan seluruh operational cost-nya ditanggung negara (termasuk gaji juga dari negara), mau ini-itu juga kudu dpt approval dari negara. tp emang sebagian produksinya buat negara operatornya :p #yoipedulidompet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s