Capres-capresan

Postingan ini bukan buat meng-endorse capres manapun ataupun surat terbuka yang kelihatannya akhir-akhir ini lagi ngetren di dunia maya. Padahal tadinya saya semangat mau milih Rhoma Irama. Ini cuma sekedar postingan curhat, melihat kehebohan pilpres yang 5 tahun lalu rasanya gak seheboh ini. FYI untuk beberapa tahun ke depan juga saya gak akan di Indonesia, jadi siapapun yang jadi presiden juga gak akan ada dampak langsungnya buat saya. Paling kasihan sama keluarga dan teman-teman saya yang masih di Indonesia saja misalnya ternyata presiden terpilihnya nggak beres.

Well anyway, makanya saya cuman lebih tertarik ngeliat apa yang akan terjadi aja ke depannya sih. Buat orang yang udah biasa kerja keras sih saya yakin juga tau bahwa dengan bergantinya presiden bukan berarti otomatis semua langsung jadi lebih baik. Semua juga butuh proses dan nggak mungkin langsung jadi juga.

Saya lebih tertarik dengan poin-poin ini:

  1. Dengan segala kehebohan kampanye meliputi saling serang, black campaign, pendukung fanatik, bales-balesan surat terbuka (ciee ciee), stasiun TV yang kayaknya 24/7 dukung satu pasangan capres cawapres tertentu, akhirnya rakyat milih siapa? Apa hasilnya mendekati 50-50, atau jadi jomplang ke satu pasangan tertentu? Penasaran aja tentang dinamika kampanye dengan hasil akhir.
  2. Misalnya salah satu presiden terpilih, apa semua hal negatif yang bolak balik digemborkan tentang presiden tersebut terus langsung jadi kenyataan? Apa presiden kita cuma bakal jadi boneka partai? Apa mendadak orang-orang yang gak suka sama pemerintahan langsung hilang diculik entah ke mana? Penasaran kan apakah kekhawatiran orang-orang yang selama ini dijadiin modal kampanye terus jadi kenyataan apa enggak.
  3. Misalnya yang menang bukan capres jagoannya, terus pada bitching kayak apa di social media. Lucu sih dulu ada partai yang kerjaannya menuh-menuhin newsfeed pake keyakinan pasti menang dan pamer skill sotoshopnya ternyata kalah sama partai yang cuma modal iklan ksatria bergitar. Terus pas kalah masih bikin alesan macem-macem. Coba kita lihat pendukung capres yang kalah pada mau ngapain. Lebih seru lagi kalo mereka bikin aksi nyata misalnya patungan beli pulau terpencil, rame-rame eksodus ke sana demi gak dipimpin capres lawannya.
  4. Namanya juga manusia, pas kampanye si capres bilang apa bisa juga kan pas beneran jadi presiden eksekusinya kayak apa. Saya juga kalo ditanya punya visi apa buat Indonesia bisa aja asbun bikin wajib belajar sampe PhD (bisa dirajam massa ini) – meskipun tetep aja masih kalah asbun sama Farhat Abbas. Coba kita lihat misalnya eksekusinya gak sesuai apa pendukung fanatik si presiden yang menang masih pada fanatik membenarkan kelakuan salah presidennya. Apa malah langsung pada pundung, merasa dikhianati, terus menjilat ludah sendiri? Either way I’ll be laughing from 8000 km away.
  5. Masih pada ribut khilafah-khilafahan nggak?

Udah ah mau bobo

2 thoughts on “Capres-capresan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s