Antara smartphone dan ngumpul

Orang bilang kalau sedang ngumpul dengan teman-teman itu ya sewajarnya smartphone dinonaktifkan. Kenapa? Karena biasanya yang terjadi adalah orang-orang malah sibuk dengan smartphonenya sendiri, bukannya ngobrol dengan teman-teman yang sedang ada di sebelahnya. Ibarat raganya ada di situ tapi jiwanya sedang melanglangbuana entah ke mana.

Tapi kalau pengalaman gue sendiri sih rasanya kadang malah agak beda ya. Pernyataan di paragraf satu memang benar, tapi kadang bisa jadi smartphone bekerja sebagai pelumas melancarkan sosialisasi waktu ngumpul.

Contoh:

A: Hmm, x itu apaan sih

B: Gak tau juga sih, kira-kira apaan

C: Bentar, coba kita cari *buka wikipedia di hape*

A&B: oooh

Maka pembicaraan mengenai x pun berlangsung dengan lancar berkat wikipedia yang bisa diakses dari hape.

Contoh 2:

A: Besok gw mau jalan-jalan ke y nih

B: Coba dicek jalannya *buka Naver Map karena Google Map gak guna di Korea*

A: Ooh bisa lewat sini toh, enakan naik bus yang ini kali ya

Pembicaraan tentang jalan-jalan pun berlanjut sambil ngeliat hape.

Contoh 3:

A: Eh adek kita mulai pasang status lucu (baca:menggelikan menjurus kasian + socially inept) lagi di Facebook

B&C: Mana mana mana *rame-rame buka Facebook*

Dilanjutkan dengan tipikal ngetawain orang. Dan seterusnya, dan seterusnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s