Pulang, pulang

Akhirnya kemarin gw kembali dari Indonesia ke Korea. Ternyata yang susah itu bukan waktu pertama kali pergi ke Korea (berhubung yang terlintas di kepala gw waktu pertama pergi adalah good bye macet), tapi adalah ketika gw udah pulang ke Indonesia, dan harus balik lagi ke Korea. Yap, ini lebih berat.

Waktu pertama pergi ke Korea mungkin yang ada di pikiran gw adalah segala pengalaman baru yang bisa gw dapatkan dengan pergi ke sana, kuliah di salah satu universitas top dunia, lihat salju, dan tentunya bisa jalan-jalan di negara orang. Tapi waktu pulang ke Indonesia kemaren, akhirnya kerasa. What I’ve been missing all the time when I’m in Korea. I miss my family. I miss my girlfriend. I miss my dog. I miss Indonesian food. Gw jadi sadar, bahwa ada hal-hal kayak gini yang gw lewatin – ditambah abis lebaran jalanan ga macet, jadi pengalaman di Jakarta lebih bahagia dari biasanya.

Kerasa lah pas harus pergi lagi rasanya berat, harus ninggalin itu semua. Tapi yah ini konsekuensi dari keputusan gw kuliah jauh dari rumah, dan gw juga harus berpegang teguh pada kalimat “Sungguh, di balik kesulitan ada kemudahan.” Yap, this is all part of growth. Semoga dengan menempuh segala tantangan ini gw bisa berkembang jadi manusia yang lebih baik lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s