Tulisan random saat bosan di lab

Salah satu hal yang mungkin sedang hangat-hangatnya dibicarakan di Indonesia mungkin adalah pemilihan gubernur DKI Jakarta. Entah mengapa, ini mengingatkan gw pada suatu hal. Biasanya, setiap ada hajatan seperti pemilihan pemimpin, orang-orang banyak berharap bahwa sang pemimpin yang terpilih ini entah bagaimana caranya bisa menjadi superman. Pemimpin diganti dengan orang yang tepat, dan sim salabim semua masalah berangsur-angsur sirna.

Sayangnya menurut gw seharusnya kita tidak berpikiran seperti itu. Mungkin saat ini mindset yang ada di masyarakat adalah bahwa hubungan kita dengan pemerintah adalah seperti penjual dengan pembeli. Kita cukup membayar sejumlah uang (pajak) kepada si penyedia jasa (pemerintah), kemudian kita tinggal duduk tenang dan si penyedia jasa akan memberikan apa yang kita inginkan. Tidak, kita harusnya lebih dari itu.

Kalau mengambil contoh Jakarta, maka yang disebut kota Jakarta gak cuma pemerintah Jakarta, tapi juga penduduknya. Memang, pemerintah punya tanggung jawab besar dalam pengaturan, tapi sebagai penduduk Jakarta kita – meskipun gw sedang jadi penduduk Daejeon haha – juga bertanggung jawab atas apa yang terjadi di Jakarta. Daripada terus memaki pemerintah ya cobalah bikin perbaikan biarpun skalanya kecil. Intinya ya jangan terus-terusan memaki pemerintah masalah banjir tapi sambil buang sampah sembarangan ke kali.

Sekian dari gw. Gw ga mendukung calon manapun karena toh gw ga bisa milih, tapi harap diingat bahwa apapun yang terjadi sama kita, kita sedikit banyak punya peran di dalamnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s