Nyontek PR

Ini salah satu pengalaman yang gw alami waktu kuliah dan kebetulan ada PR. Berhubung di lab gw ada 3 orang selain gw yang ngambil kelas sama terus, otomatis kita berempat pasti selalu dapet PR yang sama. Pada suatu hari, kita dapet PR. Awalnya, asumsi gw adalah semua orang bakal ngerjain PR nya masing-masing jauh sebelum hari-H dan gak akan nyontek (berhubung ‘asians’ gitu loh). Namun, ternyata tetep aja ada yang bikin PR udah jadi duluan dan yang lain (termasuk gw) kemudian ngerjain dengan ngeliat masteran PRnya itu. Tapi ada yang membedakan antara nyontek PR di sini dengan nyontek waktu gw di Indonesia dulu.

Di Indonesia: Misalnya PR yang dikerjain punya poin katakanlah 80, maka yang nyontek PR itu ya paling maksimal 80 juga. Malah mungkin menurut jadi 70 dikarenakan yang nyontek kepepet dan kemudian melompati beberapa step dalam pengerjaan PR. Dan apabila contekan ini kemudian dicontek lagi, kemungkinan besar akan turun terus jadi 65, 60, dst.

Kalau di sini ceritanya agak lain. Waktu itu kami dapet contekan PR sekitar H-2. Yang menarik, waktu hari H, pagi harinya sebelum kami harus mengumpulkan PR, yang ada adalah orang-orang membahas si contekan PR itu. Setiap orang yang mencontoh dar situ memahami alur pengerjaan soal yang diberikan, dan bahkan dilakukan beberapa koreksi atas step-step yang dianggap salah. Jadi misalnya contekan awal bernilai 80, setelah dicontek justru jadi 90 atau bahkan 100. Kalau kata senior saya inilah makanya ada perusahaan seperti Samsung😀.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s