Antara Panik dengan Tercekat

Gw menemukan suatu hal yang menarik saat membaca buku “What the dog saw” karya Malcolm Gladwell. Di sini dituliskan mengenai dua macam kondisi, yang berbeda, yaitu ‘panik’ dengan ‘tercekat’. Mungkin kalau dilihat dari hasil akhirnya di mana yang terjadi adalah penurunan performance, kita umumnya beranggapan bahwa ini adalah hal yang sama. Tapi sebenarnya keduanya merupakan proses yang berbeda.

Yang pertama mengenai tercekat. Seperti yang kita ketahui, untuk para expert yang sudah berlatih dan berpengalaman, biasanya mereka akan lebih mengandalkan intuisi. Ini paling jelas bisa dilihat dari para atlit. Gak mungkin kan seorang pemain tenis misalnya, setiap kali dia akan memukul bola, kemudian dia mengingat-ingat setiap teori bermain tenis yang pernah dipelajarinya? Gak ada cukup waktu untuk itu. Tercekat adalah kondisi di mana insting hilang. Korban tercekat – misalnya karena tekanan selama pertandingan – entah bagaimana kehilangan intuisinya, dan kemudian menjadi terlalu berhati-hati dan perhitungan.

Gw pribadi pernah merasakan ini waktu ambil tes TOEFL (lihat postingan sebelumnya). Karena gw sadar bahwa di sini gw mengeluarkan biaya yang gak murah untuk tes, dan hasil tes ini akan sangat berpengaruh kepada kemungkinan gw bisa mengambil pendidikan S2, gw jadi terlalu perhitungan pada saat bagian writing. Waktu itu rasanya gw bahkan ga bisa mengetik satu paragraf dengan lengkap tanpa menghapus-hapusnya berulang kali, sehingga hampir setengah waktu ujian habis untuk itu.

Kalau tercekat adalah hilangnya insting, maka panik adalah hilangnya semua kemampuan berpikir kecuali insting. Apabila kita sedang berada dalam situasi terdesak, maka biasanya kemampuan kita untuk berpikir menjadi sangat turun. Misalnya seperti ini: pada saat UAS, tiba-tiba pada pertanyaan pertama kita sudah tidak bisa menjawabnya. Apabila terjadi panik, maka mungkin mental kita langsung jatuh, dan kita tidak melihat alternatif lainnya. Padahal mungkin kita bisa mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan lainnya yang juga memiliki poin yang sama, atau mungkin mencoba menyusun strategi untuk menjawab pertanyaan sedikit demi sedikit.

Segitu dulu saja, postingan ini hanya sedikit rangkuman dari satu bab di buku yang sedang gw baca.😀

One thought on “Antara Panik dengan Tercekat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s