Pengalaman Mengambil TOEFL IBT

Untuk mereka yang ingin melanjutkan kuliah ke luar negeri, maka salah satu syarat yang biasanya diminta oleh universitas tujuan adalah bukti kompetensi dalam berbahasa Inggris. Ada berbagai tes yang bisa diambil sebagai bukti, di antaranya misalnya TOEFL IBT, TOEIC, dan IELTS. Gw sendiri berpengalaman mengambil TOEFL IBT. UNtuk alasan kenapa gw mengambil tipe tes ini dan bukan yang lainnya cukup simpel: karena IBT diterima di banyak universitas di seluruh dunia dan harganya relatif lebih murah dibandingkan apabila kita mengambil tes IELTS.

TOEFL IBT memiliki masa berlaku dua tahun, sehingga untuk mereka yang akan lulus kuliah, ini merupakan waktu yang tepat untuk mengambil tes. Ada universitas-universitas yang akan memulai tahun ajaran baru pada musim gugur, sehingga pada quarter 2 tahun pendaftaran biasanya sudah dibuka.

Kita bisa mendaftar IBT dengan melalui website ETS. Setelah membuat account, kita bisa menentukan waktu dan tempat pelaksanaan tes. Yang perlu diperhatikan di sini adalah kita membutuhkan kartu kredit untuk melakukan pembayaran senilai 175 USD, sehingga buat yang gak punya silahkan pinjam kartu kredit orangtuanya atau temannya yang punya (gw udah berapa kali jadi jasa pinjem kartu kredit buat tes kayak gini). Buat yang sudah jelas akan sekolah ke mana juga bisa langsung menentukan ke mana dokumen TOEFL akan dikirimkan. Apabila kita menentukannya pada saat pendaftaran tes, kita akan mendapat jatah pengiriman gratis sampai dua tujuan. Apabila kita memilih untuk mengirimkan hasil tes belakangan, maka untuk tiap tujuan akan dikenakan biaya tambahan. ETS sudah memiliki daftar universitas yang menerima hasil TOEFL, sehingga kita bisa memilih dari situ.

Hasil tes TOEFL akan keluar setelah dua minggu dan bisa dilihat secara online. Yang perlu diperhatikan adalah ada jeda antara keluarnya hasil hingga hard copy hasil tiba di universitas tujuan. Untuk universitas di USA, biasanya pengiriman memakan waktu hingga 10 hari. Sementara, untuk luar negeri, biasanya memakan waktu tambahan beberapa hari (yang waktu gw confirm kata si ETS kampret ternyata bisa 4-6 minggu). Gw punya pengalaman gak enak sama KAIST karena masalah dokumen telat ini, sehingga rasanya gw pengen guling-guling. Ini sebenarnya nyusahin, karena menurut gw berhubung namanya Internet Based Test, ya harusnya hasilnya bisa dilihat oleh universitas tujuan secara online, ga perlu ada hard copy lagi. Sungguh rebek, dasar ETS diktator.

Sekarang kita masuk ke teknis tes nya sendiri. Tes ini dibagi menjadi 4 bagian, yaitu reading, listening, writing, dan speaking. Satu hal yang perlu diperhatikan dari tes IBT adalah, gak ada sesi khusus untuk grammar. Jadi tes ini lebih seperti UAS Bahasa Indonesia, tapi dalam Bahasa Inggris. Berikut adalah rincian tes nya:

  1. Reading. Kita diberikan bacaan panjang yang terdiri dari beberapa paragraf, kemudian diharuskan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan paragraf tersebut. Terdapat beberapa bacaan dengan tema beragam yang diberikan kepada kita. Pretty straightforward, eh?
  2. Listening. Secara umum, pada listening kita mendengarkan sesuatu dan kemudian menjawab beberapa pertanyaan dari situ. Ada dua macam audio pada listening: yang pertama berupa lecture seperti pada kuliah, dan yang kedua adalah percakapan antara dua orang. Seperti pada kuliah sebenarnya, kita diizinkan untuk mencatat yang kita dengar.
  3. Writing. Writing ada dua bagian. Yang pertama adalah membaca sebuah bacaan, kemudian kita menjawab pertanyaan yang diajukan dengan membuat sebuah essay.  Yang kedua adalah menuliskan sebuah essay yang berisi opini pribadi atas suatu isu, kalau tidak salah minimal 300 kata.
  4. Speaking. Bagian yang menghancurkan nilai gw. Pada speaking kita berbicara pada sebuah mikrofon. Berbeda dengan bicara kepada orang, tidak akan ada feedback dari lawan bicara kita, sehingga akan terasa sangat awkward, seolah kita sedang ngomong sendiri. Ada tiga bagian. Yang pertama kita menjawab sesuatu yang personal (gw disuruh menceritakan pengalaman hidup gw yang life changing), yang kedua adalah memberikan opini, dan yang ketiga meringkas suatu lecture. Karena gak terbiasa gw terbata-bata di sini.

Gw sendiri waktu itu gak latihan, dikarenakan gabungan antara malas dan gak ada waktu, berhubung tahun lalu gw sebenarnya mengejar pendaftaran untuk TU Delft di Belanda. Agak menyesal sih, berhubung seharusnya gw latihan untuk speaking karena itu memang kelemahan gw.

Ini tips dari gw untuk menghadapi keempat bagian

  1. Be curious. Sangat berguna untuk bagian reading dan listening. Beberapa orang ada yang melihat pertanyaan dulu pada saat reading, kemudian baru kembali ke bacaan. Gw sendiri, karena sering penasaran terhadap satu artikel, akhirnya membaca si artikel sampai habis baru kemudian menjawab pertanyaannya. Waktu itu artikel yang gw dapat adalah tentang proses terbentuknya alam semesta, ekspresi muka bayi, dan dialek pada kicauan burung. Untuk listening juga berguna, karena kalau kita sudah tertarik dengan topik yang dibicarakan, maka akan lebih klop. Sering-sering mendengarkan podcast dari berbagai topik akan melatih kemampuan mendengarkan dan juga rasa ingintahu.
  2. Matiin timernya. Seriusan. Pada saat tes, akan ada timer di kanan atas yang menunjukkan waktu yang tersisa. Waktu writing, timer memang memberitahu gw berapa waktu yang tersisa. Tapi di saat yang sama, timer membuat gw panik sehingga gw menemui writer’s block, bahkan melakukan hapus-tulis ulang berkali-kali.
  3. Practice, practice, practice. Untuk bagian writing dan speaking, sering-seringlah latihan. Gw udah lumayan terbiasa nulis di blog, jadi gw akan merekomendasikan itu untuk kalian. Sementara untuk speaking, meskipun waktu itu gak gw lakukan, yang gw pikirkan adalah merekam speaking kita, kemudian kita dengarkan sendiri. Sekarang banyak software untuk latihan IBT (cari di FTP ITB *wink wink*) jadi tidak ada alasan tidak tersedia sarana latihan.
  4. Berdoa, tentunya😀

Waktu itu hasil yang gw dapatkan adalah

  • Reading 29/30
  • Listening 29/30
  • Speaking 18/30 >> kalo dinilai cuma 60%, kampret ==”
  • Writing 25/30

Yah menyesal sih gak maksimal, tapi Alhamdulillah sekarang sudah dapat kuliah master😀. Semoga membantu buat yang mau tes IBT.

12 thoughts on “Pengalaman Mengambil TOEFL IBT

    1. Setau gw sih terakhir IELTS udah di atas 200 vo. Gw jadinya di KAIST korea nih hehe soalnya udah dapet beasiswa tuition sama biaya hidup, jadi ya sikat aja langsung

  1. Mau tanya doong, kalo toeflnya telat, masih mungkin diproses nggak sama kaistnya? Skrg lg nggu si surat toefl nyampe tapi gak nyampe2. Jadi pengen guling2 jugaaa :(:(

  2. Halo,salam kenal.butuh bantuan dikit dari pengalaman kamu ikut IBT toefl. aku baru saja mengikuti toefl IBT,dan udah keluar pengumuman online nya. yg aku bingung,waktu daftar sebelum tes,aku memilih salah satu universitas di amerika sebagai penerima hasil tes ku,dan ini ada pada bukti order yg dikirimkan ke imel ku.tapi kenapa pas aku lihat di menu view order pada akun toefl IBT di website ETS,ga ada tercantum nama universitas penrima yg udah ku order sblmnya? apakah nama penerima hasil
    toefl IBT tsb mmg ga muncul atau berarti aku hrus order ulang yg brarti dknakan biaya tambahan? satu lagi,apakah hasil paper score toefl IBT pasti dikirimkan ke kita?

    1. Halo Yasmin, salam kenal juga. Untuk masalah order ke negara tujuan yang tidak muncul di daftar order ETS, saya juga agak lupa berhubung saya mengambil tes IBT 1.5 tahun yang lalu.

      Sementara mengenai hasil hard copy yang dikirim ke alamat sendiri, ETS pasti akan mengirim itu. Beberapa universitas hanya menerima hasil kopi IBT resmi dari ETS, tapi ada juga beberapa universitas yang mau menerima fotokopian hardcopy yang dikirimkan itu entah apakah sebagai pengganti hasil dari ETS atau sekedar bukti sementara sampai hasil asli dari ETS datang ke universitas mereka.

      Semoga membantu🙂

  3. Your blog is very inspiring for me!, especially your experience about TOEFL IBT, that helps me to prepare before the test even I failed on the test!, however I will never give up! thank you for this inspiring blog! sedikit curhat dalam bahasa jepang : . 日本語を勉強してから、私は日本語能力試験の証明書が必要だということを全然思いませんでした!、でも、やっぱりヨーロッパにはこの証明書を持たないと大学院に入学できないことは明確なことです。

    in this regards I would like to request you to “transmit” your English proficiency to me.. of course we can exchange with Japanese language since I am very confident to speak in Japanese than English

    if you want to help me..
    please send me email to hyunzas@yahoo.co.jp

    it will be appreciated if you could help me get sufficient on TOEFL Ibt

    hatur nuhun

  4. 日本語能力試験 direvisi jadi 英語能力試験 or 英語基礎能力試験 (TOEFL)

    Mohon bantuannya 先生 m( _ _)m

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s