Akhir Puasa

Hmm, jadi gw menulis artikel ini di (kemungkinan) hari akhir puasa untuk mengingat-ingat, apa aja sih yang udah gw lakukan selama puasa ini? Terus kira-kira puasa gw tahun ini berkaj apa enggak sih? Apa gw udah memanfaatkannya dengan semaksimal mungkin?

Coba kita lihat dulu, sebenernya apa sih yang beda dari puasa gw tahun ini dibandingkan dengan puasa tahun sebelumnya? Hmm kalo mau dibilang yang paling mencolok sih ya pastinya tahun ini gw udah lulus kuliah (yang berarti bragging rights waktu kumpul keluarga pas lebaran) dan udah masuk kerja. Berbeda dengan tahun sebelumnya di mana waktu puasa gw sahur bangun sendiri dan berburu makanan di Cisitu / beli malemnya, tahun ini gizi gw terjamin lah berhubung gw puasa di rumah. Berikutnya di mana waktu siangnya gw tetep kuliah ditambah leha-leha di kampus, sekarang gw berangkat untuk bekerja dari jam 8 sampai setengah 5, meskipun di kantor juga santai berhubung gak ada kerjaan.

Sebenernya ada yang sedikit gw sayangkan dari kebijakan kantor pulang jam setengah 5 ini. Yang pertama adalah karena ada jarak yang signifikan dengan waktu buka, dan yang kedua adalah pada jam setengah 5 semua orang sedang pulang kantor. Walhasil mau pulang kena macet, dan mau nunggu berbuka juga masih ada kurang lebih satu setengah jam. Jadilah kosan Hilman sebagai tempat bernaung sampai waktu berbuka tiba. Ehm, tapi ini jadi agak OOT yah. Nah, tapi poinnya adalah gw baru pulang dari kantor jam setengah 7 (magically, the traffic jam is gone soon after break-fast) dan sampai di rumah sekitar jam 7 lewat. Walhasil mau ngejar taraweh di mesjid juga susah. Jadilah selama bulan puasa ini gw cuma taraweh di rumah.

Oh dan ngomong-ngomong soal ibadah yang berkaitan dengan bulan puasa, sayangnya tahun ini pun ibadah gw masih anget-anget tai ayam. Semangat di awal, lemes di akhir. Yah, makanya lailatul qadr ditaruh di akhir kali yah, mengingat nilainya yang luar biasa, cuma orang-orang yang ibadahnya bener-bener kenceng aja yang berhak dapet. Tapi gw masih mencoba, dan insyaAllah kalau masih dikasih umur hingga ketemu Ramadhan tahun depan gw akan berusaha meningkatkan kualitas ibadah lagi.

Segitu aja sih. BTW, gw agak menyesal sampai sekarang gw belom pernah taraweh di Salman sebagai mahasiswa ITB. Anywho, semoga semua yang membaca artikel ini bisa mendapat berkah masing-masing dari berpuasa di bulan Ramadhan. Mohon maaf lahir batin, dan semoga kita semua kembali suci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s