Ke mana berakhirnya TA kita?

Buat semua yang sudah menyandang gelar S.T. pasti sudah merasakan derita kegalauan saat mengerjakan TA. Cucuran darah, keringat, dan air mata (lebay) dicurahkan semua demi sebuah tugas yang seyogyanya menjadi masterpiece dari hasil pembelajaran selama kuliah. Well, tapi emang TA ini nantinya mau buat apa? Hm okay, ini sebenernya perlu dipikirkan juga.

Selama ini kira-kira TA yang kita kerjakan buat apa sih? Kalo dari gw sendiri sih ya karena bukan berasal dari industri syukur-syukur bisa dipake buat penelitian lanjutan dan nantinya muncul di daftar pustaka orang lain. Buat yang dapet dari industri atau jadi aplikasi nyata ya lebih bersyukur lagi karena TA nya memiliki kontribusi nyata di masyarakat. Nah tapi gimana dengan yang TA nya berakhir cuma jadi..

Bam!

Yah, sayangnya ga sedikit yang TA nya berakhir cuma sebagai isi gudang laboratorium aja. Faded into obscurity. Semua suka dan duka yang dicurahkan cuma berakhir sebagai setumpuk kertas di sebuah gudang di sebuah laboratorium di sebuah universitas. Sangat disayangkan. Dan akan lebih nyesek lagi kalau sampe dikiloin (untungnya gw ga pernah liat kejadian tragis ini, dan semoga emang ga ada).

Terus bagaimana caranya supaya TA kita memiliki meaning yang lebih dari sekedar formalitas belaka? Hmm kalau mau sih ya sebenernya kita harus menemukan cara bagaimana supaya TA kita lebih terekspos kepada permasalahan yang riil di masyarakat, dan memang salah satu jalannya adalah apabila TA kita dikerjakan bersama dengan pelaku industri. Karena memang seharusnya ada kerja sama antara pihak lembaga pendidikan dengan lembaga industri.

Sekarang pertanyaannya adalah, bagaimana supaya lebih banyak TA yang berkaitan langsung dengan industri? Saat ini di ITB memang sudah ada beberapa topik yang berkaitan langsung dengan industri, namun mungkin sebagian besar justru masih belum. Daripada menunggu adanya koneksi dari industri ke kampus, kenapa gak bikin semacam sistem tender? Perusahaan-perusahaan bisa melakukan tender yang peserta tendernya khusus mahasiswa S1. Dengan begini, kan perusahaan jadi bisa mendelegasikan tugas yang kira-kira bisa untuk mahasiswa, sementara mahasiswanya sendiri bisa mendapat topik tugas akhir yang aktual (dan tentunya duit :p). Meskipun yaa mesti diingat juga bahwa topiknya sesuai sama S1. Kalau misalnya disuruh mendesain sistem masa depan untuk 5G ya jangan berharap banyak juga ya..

Sekali lagi gw orang yang sejauh ini baru bisa ngelempar wacana, dan belom terlalu paham kira-kira gimana bisa mewujudkannya (hiks). Mungkin hal terdekat yang mirip dengan ini adalah obeope yang meruapkan ajang di mana mahasiswa bisa mendapat tugas oprekan dari pihak yang memang sedang membutuhkan tenaga. Hmm, mungkin justru dari sini bisa dikembangkan sehingga orang-orang dapet TA?😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s