Bye ITB

Yap, gw masih merasakan euforia habis selesai wisuda ITB. Sebuah upacara pelantikan sekumpulan mahasiswa menjadi sekumpulan sarjana yang berlangsung pada tanggal 16 Juli silam. Lantas, apa yang gw dapatkan dengan lulusnya gw dari ITB? Toga? Tentu. Ijazah? yap! Patung gajah cum laude? Yap, gw dapet benda itu. Kaos wisuda salah ukuran yang memotivasi gw untuk ngurusin badan? Ya, itu gw juga dapet.

Tapi, yang paling penting bagi gw adalah pembelajaran. Ya, ITB sebagai sebuah institusi pendidikan telah memberikan kepada gw banyak sekali pembelajara, dan ini bukan hanya pembelajaran dalam arti sempit. ITB telah memberikan kepada gw pembelajaran baik dalam skill gw sebagai seorang engineer, maupun dari pendidikan karakter gw.

Gw masih inget, di mana saat pertama masuk ITB gw masih introvert dan sangat self-centered. Tapi, lingkungan ITB yang sangat beragam sedikit demi sedikit mengubah gw dan memberikan gw pembelajaran sehingga menjadi orang yang lebih baik. Teman-teman yang datang dari berbagai latar belakang kebudayaan dan karakter yang berebeda telah memperkaya wawasan gw tentang sesama. Iklim pendidikan yang kondusif menjadikan gw orang yang menyukai keprofesian gw sebagai seorang mahasiswa elektro (dan telkom khususnya). Dinamika kampus membuat gw lebih aware terhadap masalah-masalah yang ada di sekitar gw.

Banyak banget yang gw alami di sini. Mulai dari penerimaan mahasiswa baru. TPB setahun. Iseng-iseng nyoba unit ini itu, yang akhirnya cuma bertahan sebentar. Ikutan Genshiken karena gw suka anime, meskipun it turns out that Genshiken is too much for me. Akhirnya ikut ARC, yang membuka wawasan gw tentang UNIX. Masuk ke himpunan terhebat di ITB, Himpunan Mahasiswa Elektroteknik yang jagoan baik dalam keprofesiannya maupun dalam olahraganya. Entah bagaimana ceritanya nyemplung ke dalam unit PSTK jawa ITB yang membuat gw jadi bisa main gamelan. Jadi panitia MBC, dan tambah dekat dengan yang lain. Aktif di Divkom HME. Mendapat predikat mahasiswa terbaik teknik telekomunikasi. KP yang penuh kegalauan (tapi ini bukan di ITB , makanya menyiksa). Malam swasta yang gagal tapi berujung sangat manis🙂. Derita TA sepanjang lebih dari satu semester. Dan tentunya pada akhirnya wisuda, dengan acara malam yang seru bersama ELMMVII dan arak-arakan yang sangat menyenangkan.

Tapi, tentu saja yang paling penting adalah teman-teman yang luar biasa. Ya, ini bagian yang paling gw suka. Ini kata-kata yang paling gw inget dari dosen wali gw yang pertama, Pak Sarwono. Beliau bilang gini, “Yang namanya IPK itu ya kalian bawa paling sampai lulus nanti. Yang namanya teman itu ya akan jadi harta seumur hidup kalian.” Dan bener, gw menemukan harta karun di sini. Gw dikelilingi orang-orang hebat yang punya impian tinggi sekali, dan mereka gak takut untuk mencoba terbang demi menggapai impian itu, meskipun mungkin dalam prosesnya mereka gak hanya jatuh sekali atau dua kali, tapi berkali-kali. Sungguh, semua teman-teman gw bener-bener menginspirasi dan seakan mencambuk gw untuk terus berupaya menjadi orang yang lebih baik. Sungguh, gw beruntung punya banyak sahabat yang luar biasa.

Sekarang, bab S1 ITB telah gw tutup di belakang gw, menyisakan kenangan manis, ilmu, dan persahabatan yang akan menjadi bekal gw ke depannya. Dan sampai sekarang pun, gw tetap yakin bahwa selain Institut Teknologi Bandung, ITB adalah singkatan dari Institut Terbaik Bangsa. Terima kasih banyak ITB atas segalanya, dan semoga gw bisa mengharumkan nama almamater dan memenuhi janji mahasiswa.

Aditya Prabaswara, S.T.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s