Sunny & Green

Semuanya berawal dari keinginan makan waffle. Entah kenapa dua hari yang lalu gw sangat sangat ingin makan waffle. Oh tapi tentu saja gw pengen nyoba makan waffle di tempat yang baru dan belom pernah gw datengin, karena kalo gw cuma pengen makan waffle enak, maka Pisetta selalu menyediakan sebuah sarana pelarian untuk memuaskan keinginan makan waffle. Jadilah atas saran seorang senior elektro 2006 yang mantan kahim, gw dan Nisa makan di Sunny & Green.

Sunny & Green

Tempat ini terletak di seberang holiday inn. Yep, mereka yang sering lewat Dago pasti menyadari ada tempat makan dengan label buka 24 jam. Gw pun makan di situ. Kesan pertama yang gw dapet saat masuk: tempatnya lumayan pewe. Kursinya empuk, dan ada fasilitas wi-fi. Cuma entah kenapa tempatnya sepi banget dan waktu itu yang makan cuma gw dan Nisa. Hmm, setelah gw duduk beberapa lama kelihatannya memang ini dikarenakan kebisingan Dago. Yap, suara bising dari jalan Dago terdengar di dalam, dan gw makan di sini waktu udah malem. Gak kebayang kalo lagi jam sibuk rasanya kayak apa.

Lanjut ke makanan, kita memesan tiga item. Yang pertama adalah minuman chocolate chip, yang kedua adalah businessman waffle, dan yang ketiga adalah blueberry cheese waffle. Apa itu businessman waffle? hmm, jadi itu adalah waffle dengan topping caramel, coffee, dan kacang. Hmm mungkin emang bener sih kalo denger kopi dan kacang kesannya profesional. Or maybe not. Waktu itu kebetulan topping coffee nya abis dan gw menggantinya dengan (guess what) topping coklat.

Anyway ini screenshot minumannya

chocolate chip

Dan ini makanannya

Blueberry cheese waffle
Businessman waffle

Kesan: minumannya, lumayan. Meskipun pada akhirnya rasanya lebih kayak kalo minum milo + susu. Oh dan mungkin ditambah chocochip di dalamnya. Wafflenya? Well, it did an excellen presentation for me :9. Looked so delicious, yum! Yah, tapi ekspektasi dan realitas memang agak berbeda. Meskipun terlihat sangat menggiurkan, ternyata rasanya biasa aja. Dan wafflenya lembek. Entah kenapa wafflenya kayak miss dan tanggung. Gak kayak waffle kerupuk (good though) nya Brussel’s spring, and comparing it to Pisetta’s volcano waffle would be blasphemy. Kecewa.

Dan entah kenapa urutan makan kali ini kebalik. Setelah pesen dessert, kita memesan Calamari, yang seharusnya appetizer. Wew.

Calamari

There, your typical calamari with tartar sauce.

Well overall, buat harga ke sini ekspektasi gw lebih lah. Gw bisa makan dengan harga yang sama either di Dago Pakar dengan pemandangan yang luar biasa atau restoran di sekitar situ dengan rasa yang lebih enak. Heck, the price was similar to that time when I ate at Kampung Daun. And the view was awesome.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s