Bolak-balik Annex

Sesuai judul. Mau keluar dari ITB via wisuda pun ternyata banyak yang harus diurus. Meskipun lebih mending keluar via wisuda sih daripada keluar via surat pengunduran diri, apalagi dipaksa mengundurkan diri.

Anyway, satu persatu:

  1. Dateng pagi demi tandatangan ijazah. Sengaja dateng setengah jam sebelom loket buka demi menghindari antrian yang ternyata memang sangat panjang. Entah kenapa gw dan Amy datengnya kepagian, sehingga ijazahnya belom ditandatangan rektor. Akibatnya gw cuma bisa ngambil toga dan harus balik siangnya demi tandatangan ijazah.
  2. Kembali ke rektorat demi tandatangan ijazah. Antrian minim. Ijazah tertandatangani. Gw balik ke kampus dan pergi ke TU untuk ngambil surat cum laude. Yang ternyata di dalamnya ada form yang harus diisi dan diserahkan kembali ke rektorat. Paling lambat hari ini jam 4.
  3. Kembali ke rektorat, naik sepeda. Langsung ke lantai 4 cuma untuk mengedrop tiga lembar kertas berisi pendapat gw tentang perkuliahan di ITB. Kelihatannya yang dimintai masukan soal ITB cuma yang cum laude, ckckck. Kembali ke kampus.
  4. Bukan ke rektorat, tapi ke Balubur shopping center. Dikarenakan minimnya tempat potong rambut di Bandung dan pentingnya gw mengikuti foto bersama elektro besok, gw mengikuti saran Yaka potong di Balubur. Okelah. Kembali ke (sebrang) rektorat. Rambut terpotong rapih, pacar pun senang.

Buat yang wisuda Oktober, siap-siap aja ya, karena pasti antriannya bakal jauh lebih rame dari wisuda Juli.

-Aditya Prabaswara, S.T.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s