Nexus S + Miui custom ROM = fun

Apa keuntungan dari memiliki Nexus S yang sudah diroot? Jawabannya ada beberapa. Yang pertama adalah bisa menggunakan aplikasi yang khusus untuk root user ( cache mate, Wi-Fi tether, etc.) dan yang kedua tentunya adalah kemampuan untuk menggunakan custom ROM. Dan keuntungan utama dari menggunakan hardware yang diayomi google tentunya adalah tersedianya seabreg2 custom ROM di pasaran.

Sejak menggunakan Nexus S, dalam seminggu gw udah melakukan rooting, mencoba ROM Cyanogen mod 7, ROM miui, dan melakukan flashing kernel untuk overclocking (yang gagal karena wifinya gak jalan). Custom ROM yang menarik perhatian gw adalah Miuim karena tampilannya yang gak mirip dengan android (cenderung mirip iPhone malah). Di sini gw akan sedikit membahas tentang custom rom Miui ini.

Setelah melakukan flashing ROM, gw menemui lock screen seperti ini

agak unik memang, di mana lock screennya ditarik ke bawah, dan kita bisa milih mau masuk ke message apa telpon dengan dua tombol di kiri dan kanan. Setelah masuk ke home screen, hal yang pertama gw lakukan adalah… mencari-cari di mana letak app drawer. Yang ternyata emang gak ada. Yep, launcher bawaan ROM ini emang gak punya app drawer dan semua aplikasinya ada di desktop (is this the correct term for a phone?) ditambah dengan sebuah dock yang terletak di bagian bawah layar.


Selain itu, semua app yang diinstall bakal nongol di home screen. Well, around ten apps is okay, but what if you installed more than 20?  Sebagai solusi cepat app yang ada bisa dimasukkan ke dalam folder-folder (yang konon sama dengan sistem yang digunakan iPhone). Dan buat tambahan supaya mirip dengan android, sebagian besar aplikasi gw masukin ke dalem satu folder, yang kemudian gw taro di dock. Close enough.

Dari segi notifikasi juga terdapat sedikit perubahan. Sebagian besar kosmetik sih, tapi sekarang ditambahkan juga tombol power control. Yep, di ROM bawaan memang fitur ini ternyata belum ada.

Kamera dan galeri juga sudah diubah tampilannya. Kamera lumayan berbeda dengan aplikasi kamera bawaan dari Nexus S, dan interface yang dibawakan lebih menarik IMO. Akses ke menu lebih gampang dibandingkan dengan aplikasi kamera bawaan. Galeri berubah, dari yang tadinya 3D menjadi biasa. Is it a good or a bad thing? Well, terlepas dari bahwa sekarang tampilannya gak sekeren galeri 3D, gw ga terlalu menemukan fungsi dari galeri 3D jadi it’s aww right.

Music playernya juga lumayan berubah. ATM, gw belom nyobain music playernya karena memang belum masukin file audio ke dalam HP ini. Ke depannya rencananya tentu gw masukin sih, sayang juga dikasih space 16 GB tapi gak dimasukin.

Satu hal yang menarik perhatian dari ROM ini adalah ada BANYAK BANGET theme yang bisa kita pilih. Selain itu, theme-theme tersebut bisa didownload dengan mudah menggunakan aplikasi theme yang sudah menjadi bawaan custom ROM ini. Tapi, berhubung ROM nya adalah hasil translasi dari bahasa Cina, bisa ditebak bahwa sebagian besar judulnya adalah dalam bahasa Cina.

Berikutnya adalah bagian setting. Semua setting standar hp android sudah ada, namun ada sisi ++ dari ROM ini. Yang pertama adalah firewall. Firewall, di HP? Yap! ROM ini lengkap dengan firewall yang memungkinkan kita mengatur aplikasi mana saja yang boleh mengakses internet. Yang kedua, terdapat fitur untuk mengawasi penggunaan data bulanan serta telpon yang keluar dan masuk. Berarti 3G watchdog sudah tidak dibutuhkan. Yang ketiga adalah fitur DnD (do not disturb) yang menolak semua telepon dan sms yang masuk, cocok untuk digunakan apabila kita sedang butuh konsentrasi. Oh dan ROM ini memungkinkan si nexus jadi FTP server kelihatannya, meskipun gw belom mencobanya :3.

Jadi, bagaimana kesimpulannya? Apakah enak dipakai? Well, it’s a slick ROM I must say.. Dari segi kecepatan meskipun terdapat banyak animasi dan pernak-pernik, kelihatannya itu gak terlalu mengganggu performa dari sistem secara keseluruhan. HP berjalan dengan mulus-mulus saja, meskipun tentu saja ada batasan sampai seberapa banyak aplikasi yang bisa digunakan sebelum dia mulai bertingkah laggy. Oh tapi tentu saja sebagai engineer gw harus ngomong kuantitatif juga, gak hanya kualitatif. Ini hasil tes quadrant Nexus S menggunakan MIUI Rom. Hope you find this post useful.

 

2 thoughts on “Nexus S + Miui custom ROM = fun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s