Makan di Domino’s Pizza PVJ

Domino's Pizza

Tadi siang akhirnya gw nyobain Domino’s Pizza di PVJ. Well, ini sebenernya adalah pelampiasan karena waktu itu pernah ke Domino yang di Superindo Dago dan ternyata tutup. Untungnya sekarang buka. Well, kita langsung masuk ke restorannya. FYI, makan di sini beda sama makan di Pizza Hut. Di sini kita pesan pizza di counter, ga beda jauh dengan pesan makanan di McD. Beda dengan Pizza Hut di mana kita pesan pizza dari meja kita. Yang kedua, gak ada (atau seenggaknya selama durasi gw makan di sini) petugas bersih-bersih meja. Selesai makan diharapkan membuang sisa-sisa makanan ke tong sampah yang disediakan. Jadi kalau dateng makan dan mejanya masih kotor, blame the person who eats at that table before you. Oh oh dan yang ketiga, ternyata di sini kita meskipun makan di tempat tetep disajikan pizza dan makanan lainnya dalam dus. Kelihatannya pihak restoran ingin meminimalisir kegiatan cuci piring, meskipun downsidenya adalah jumlah sampah bertambah. Atau mungkin mereka punya skema recycling sendiri, gw ga tau. Kita masuk ke makanannya. Gw dan Nisa memesan sebuah Pizza Turkey (kalkun, not the country) medium seharga 40 ribu – yang kelihatannya si mbak salah denger sehingga pizza nya jadi thin, chocolate lava, dan satu botol Cola 1 liter. Kita mulai dari Pizza nya

Turkey Pizza

Gambar di atas adalah sebuah Pizza. Oh, kalau melihat gambar di atas, mungkin bakal muncul pertanyaan: kenapa potongannya seperti itu? Apparently ini karena Pizza yang diantar adalah sebuah thin pizza. Setelah mengintip ke meja sebelah, didapati bahwa pizza yang normal dipotong dengan cara normal juga. BTW, kita berdua ga bener2 enjoy pizza ini. Why is that? berhubung pertama-tama yang kita pesen adalah pizza biasa bukan thin, dan sialnya kita baru sadar dan ngecek ulang struk waktu pizzanya udah kemakan. Guess returning’s the pizza is out of the question. Well, it’s not bad actually. Tapi ekspektasi akan pizza yang tebal dan lembut ketika digigit digantikan oleh realita sebuah Pizza yang waktu digigit rasanya kayak makan malkist abon. Kayak biskuit.

Makanan berikutnya adalah dessert – sebuah chocolate lava (sebenernya gw lupa nama benernya). Eniwei, bentuknya kurang lebih adalah mirip dengan molten cake KFC bagi yang pernah makan.

mmm...

FYI, molten cake KFC seharga 5500, dan yang ini harganya kurang lebih tiga kalinya. Tapi setelah gw icip, well, it’s just.. plain awesome. Coklat ditengahnya langsung meleleh keluar begitu gw ngebelah badan coklatnya, dan rasanya… mmmm. Gak bakalan rugi deh. If you’re expecting a taste three times more delicious for a price three times more expensive, then you got it.

Buat minumnya, karena kita pesen coca cola ga ada yang bisa kita komentarin di sini. Unless you somehow live without ever tasting a cola, that is.  Oh tapi yang menarik cola ukuran 350 ml harganya 7000, tapi yang 1 l harganya 10000. Pilihan yang lumayan jelas kan?

Sekian review singkat, semoga membantu anda-anda sekalian mendapat gambaran kalau mau makan di sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s