Bahaya Internet

Kalau gw bilang bahaya internet, kira-kira kita semua pasti sudah tahu kan apa yang bakal dikatakan berikutnya. Bahaya dari internet yang sudah umum kita ketahui biasanya ya yang pertama adalah kemungkinan masuknya virus ke dalam komputer kita. Terus ada juga bahaya di mana data-data pribadi kita dicuri oleh pihak-pihak kurang bertanggung jawab, dan entah nantinya akan dipergunakan untuk apa. Lalu tentunya ada juga bahaya untuk kesehatan pikiran kita, yang paling heboh tentunya konten-konten berbau pornografi yang sempat menjadi perhatian utama menkominfo kita Pak Tifatul Sembiring, di mana karena passionnya terkait konten seperti itu memutuskan memblokir layanan internet blackberry, tanpa memikirkan jutaan orang Indonesia lainnya yang bahkan tidak punya blackberry dan toh tetap mengakses konten seperti itu.

Bahaya internet untuk pikiran kita yang kedua adalah bagaimana internet dapat sedemikian mempermudah kita untuk mencari jawaban. Loh?

Pasti ada saja yang berpendapat bahwa ini adalah suatu yang bagus. Memang, adalah suatu hal yang sangat menguntungkan bagi kita untuk dapat selalu mengakses internet, dan kemudian menggunakannya untuk mencari jawaban dari apa yang sedang ingin kita ketahui. Cukup masukkan sebuah search term di google, maka sederet halaman website yang terkait dengan keyword yang kita masukkan langsung ditampilkan. Apabila diinginkan jawaban yang lebih spesifik lagi, maka dengan mudah kita dapat mengakses situs di mana kita bisa mengajukan sebuah pertanyaan sambil menunggu ada yang menjawabnya. Ini tentunya sudah sering kita lihat di situs-situs misalnya Yahoo! answer maupun forum-forum online yang bertebaran di internet. Gw pun gak akan menyangkal bahwa gw juga sering menggunakan internet untuk menemukan apa yang sedang gw cari, mulai dari paper untuk mengerjakan tugas kuliah sampai hal yang simpel seperti resep masakan maupun petunjuk arah (ini yang paling penting hehehe). Internet benar-benar telah mempermudah hidup kita dalam mencari informasi yang kita butuhkan.

Jadi, sebenarnya di mana bahayanya? Seperti yang sudah gw bilang tadi, permasalahannya adalah jawaban yang kita cari benar-benar mudah untuk ditemukan. Di satu sisi memang ini membantu kita untuk bertambah pandai. Namun, apabila kita melihat sisi lain dari koin yang sama, bagaimana jawaban begitu mudah untuk ditemukan sebenarnya menumpulkan kemampuan berpikir kita. Kadang-kadang untuk beberapa masalah kita lebih menggantungkan kepada jawaban yang bisa ditemukan di internet, ketimbang mencoba berpikir dan mensintesa solusi atas permasalahan yang kita hadapi. Kadang kita lebih sering mencoba menggunakan solusi-solusi yang sifatnya off the shelf, karena memang mereka mudah ditemukan dan memotong waktu yang kita butuhkan untuk menjawab suatu permasalahan. Jadi, di satu sisi ini membantu kita menjawab pertanyaan, tapi di sisi lain ini membunuh kreatifitas dan kemampuan berpikir.

Tentu saja gw ga mengatakan bahwa kita harus berhenti menggunakan internet. Yang ingin gw tekankan di sini adalah jangan sampai kita jadi menelan bulat-bulat apa yang didapat di internet, tapi seharusnya juga menjadikannya sebagai pondasi untuk bisa mengembangkan pemikiran akan apa yang kita kerjakan lebih lanjut lagi. Sayangnya mungkin masih banyak yang terlalu percaya terhadap apa yang bisa didapatkan begitu saja dari internet tanpa mengeksplorasi lebih lanjut mengenai hal tersebut – mungkin ini juga penyebab mengapa begitu banyak orang yang termakan hoax, bahkan teman gw yang tergolong intelek ada saja yang masih termakan. Daripada mengambil suatu informasi dan memakainya langsung begitu saja, akan lebih baik bila kita menggunakan akal untuk mengeksplorasi segala kemungkinan dari informasi tersebut, memilah-milahnya, dan menggunakannya untuk mengembangkan pemikiran yang lebih baik. Ingat, Tuhan berulang kali menekankan kepada kita untuk menggunakan akal.

Sebagai penutup, gw jadi ingat akan cerita ini. Alkisah, ada seorang murid yang bertanya kepada gurunya mengapa gurunya tidak menyampaikan segala sesuatu langsung kepada intinya secara simpel sehingga si murid bisa mengerti tanpa harus bersusah payah. Jawaban si guru kurang lebih seperti ini: “Apabila seseorang menawarkan sebuah apel kepadamu, bagaimana cara yang lebih kau inginkan? Di mana engkau diberikan apel secara utuh di mana kau bisa mengunyahnya sendiri, atau di mana orang tersebut terlebih dahulu mengunyahkannya untukmu supaya kau tidak usah mengunyahnya lagi dan tinggal menelannya?”

2 thoughts on “Bahaya Internet

  1. Setuju sahabat..

    Ini beberapa fenomena yang gua temukan akhir-akhir ini terkait dengan kemudahan mencari jawaban di internet :

    1. Orang jadi males ngolah informasi. Padahal kata guru-guru dan dosen-dosen yang pernah ngajar gw bukan jawabannya yang bener, tapi pola pikirnya yang bener. Setuju banget gw sama pernyataan lu yang “Jangan meelan bulat-bulat informasi”

    2. Orang semakin gak kreatif dan gak kritis. Ini terjadi pada bnyak kasus yang gua jumpai. Ketika ingin mencari pengertian tentang “A”, banyak orang yang buka tante wiki dan dengan mudahnya copas apa yang ada disana. Alhasil, pengertiannya pun dangkal dan sebatas apa yang di copasnya.

    lastly, like your post nice share…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s