Hari-Hari Gabut

Ngek, bukannya ga bersyukur karena masih punya keluarga dan rumah untuk pulang, tapi entah kenapa kalo seharian ga ada kerjaan rasanya bingung juga. Mulai dari hari hari gw pulang ke Jakarta, siklus monoton makan-tidur-boker entah kenapa langsung dimulai.

Ah, padahal kerjaan kalo mau dicari ya banyak aja. Bisa dengan baca novel seharian jadi minimal pikiran tetap tajam dan terjaga sepanjang liburan. Kalo mau ya bisa aja nyicil belajar bahasa asing, di mana mestinya gw nyicil bahasa Perancis atau Jepang buat S2.

Atau bahkan yang harusnya paling diutamakan ya antara bikin proposal TA, ngerjain proyekan dari Pak Iskandar, atau nyiapin bahan buat ditulis di proposal PKM. Ah sungguh, ini hanya sindrom kurang bersyukur dan kurang jeli melihat kesempatan.

Semoga mulai dari besok bisa lebih produktif dari sekarang – diawali dengan tidak bangun pukul setengah duabelas siang -.-

-Ditulis di saat liburan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s