It’s Hard to Let Go

Sabtu kemaren baru saja gw pindahan kos, dari kosan di Sumur Bandung ke Cisitu dengan tujuan menyeret keluar orang yang males makan sebelom kena malnutrisi pindah ke tempat yang lebih deket sama temen-temen dan lebih banyak makanannya. Sungguh, ngekos di sumba terlalu deket dengan kampus dan cari makanan waktu udah malem dengan jalan kaki adalah sebuah cobaan, kecuali gw sedang berusaha bangkrut dengan makan di McD tiap hari.

Ehhh jadi sewaktu berlangsungnya kegiatan pindahan kosan berlangsung sangat melelahkan – membawa barang-barang dari lantai 2 kosan sekarang dan kemudian menaikkannya satu persatu ke lantai tiga di kosan yang baru di bulan puasa  – gw menemukan kembali satu hal yang baru! Yak, ternyata terjadi kejadian seperti ini:

Mama : Dit, ini barang-barangnya yang udah gak mau dibuang aja yah

Gw : *mikir lamaaaa, kayaknya ini masih kepake itu juga masih* Ehm…

Mama: Yang ini dibuang aja ya?

Gw: *Masih mikir, dan akhirnya menjawab dengan amatt sangatt berat hati* Iya deh ma..

Ahhh, ternyata gw sulit membuang barang-barang yang gw punya. Meskipun secara kenyataan udah ga kepake dalam waktu yang lama, pas masih dibuang pasti tiba-tiba aja rasanya gw menemukan sejuta manfaat yang potensial dari barang yang udah mau dibuang itu. Hauuuu ini bikin pindahan jadi susah -____-.

Untunglah sifat gw mengkoleksi barang tanpa mau membuangnya ini masih tergolong ke dalam level yang normal, ya ya ya. Gw kemudian mencari apakah fenomena ini ada penjelasan ilmiahnya, dan kemudian gw pun kembali berkonsultasi dengan mbah gugel. Ternyata pada level ekstrim, ada namanya, yaitu Compulsive Hoarding.

Diambil dari tante wiki:

Compulsive hoarding (or pathological hoarding or disposophobia[1]) is the excessive acquisition of possessions (and failure to use or discard them), even if the items are worthless, hazardous, or unsanitary. Compulsive hoarding impairs mobility and interferes with basic activities, including cooking, cleaning, showering, and sleeping. A person who engages in compulsive hoarding is commonly said to be a “pack rat“, in reference to that animal’s characteristic hoarding.

Whoa, disposophobia? Gw memang suka ragu-ragu membuang barang tapi gak sampe phobia juga yah. Kamar gw emang relatif jorok (ehehek) tapi gak sampe kayak gini juga

Compulsive hoarding Apartment
Image via Wikipedia

Eghhhh jadi kita harus menghindari mengumpulkan barang secara berlebihan demi kesehatan kita, dan melepasnya saat sudah waktunya, oke?

-Ada yang berharap lebih dari judul pos ini?

One thought on “It’s Hard to Let Go

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s