Konsistensi, konsistensi, ke manakah?

Ah ya, jadi gua merasakan bahwa salah satu hal yang sangat sulit untuk gua lakukan adalah untuk selalu bersikap konsisten. Kalau udah bilang A, biasanya semangat di awal-awal, terus lama kelamaan mulan melenceng sehingga akhirnya gua dengan mudahnya kemudian menjadi tertarik untuk malah mengerjakan B. Setelah mengerjakan B hingga bosen, gua kemudian ganti dan mengejar C. Daaan seterusnya.

Hmm entah kenapa gw jadi sering gak konsisten begini. Yah efek sampingnya tentu saja hasil yang gw dapet jadi setengah-setengah, berhubung gak dikerjain sampe tuntas. Kerasa banget sih di beberapa kegiatan gw kemudian meninggalkannya. Dulu masuk ARC, tapi sekarang udah jarang main ke sana, mungkin karena emang ga menemukan apa yang harus gw kerjain. Sekarang juga PSTK udah terbengkalai, meskipun gw bertekad untuk aktif lagi di sana dan ikutan main TW berikutnya. Bahkan waktu mau jadi asisten pun gw akhirnya ga konsisten dan berhenti dari pelatihan.

Dalam hal ngoprek pun udah mulai kerasa bahwa gw males ngoprek. Entah ini karena suasana sekre divkom yang secara tradisi selalu diisi oleh angkatan-angkatan yang tersisihkan (pada saat ini ditulis berarti angkatan 2007) sehingga tidak nyaman untuk ngoprek, tidak adanya server yang bisa digunakan untuk mengoprek, atau mungkin juga karena temen-temen yang udah terlalu dewa sehingga gw jadi males karena skill gw tidak bisa sampai ke sana?

Bahkan yang paling jelek untuk mengupdate blog ini tiap hari pun tekad gw rasanya pasang surut. Ah, sungguh sulit menghilangkan penyakit inkonsistensi dan menumbuhkan kembali semangat untuk meneruskan apa yang gw mulai dari awal sampai akhir.

Semoga di tingkat akhir ini niat gw untuk belajar bahasa Jepang dan Perancis serta ikutan PKM bisa tetep terlaksana tanpa adanya kejadian di mana gw kemudian meninggalkannya di tengah jalan.

Setelah sedikit berpengalaman dengan segala inkonsistensi yang gw rasakan, rasanya gw jadi bisa merumuskan hal-hal yang harus dilakukan

  1. Berhenti menunda-nunda pekerjaan. Ini yang paling penting, karena segala kejadian meninggalkan pekerjaan diawali dengan keinginan menunda pekerjaan, yang berujung pada tidak dikerjakannya pekerjaan itu sama sekali
  2. Mulai menuliskan goal-goal (bukan gol bola geblek) dalam hidup. Kemudian mengorientasikan hidup kita sedemikian rupa sehingga kita bisa mencapai tujuan yang kita tuliskan. Memang akan sulit, tapi harus dibiasakan. Karena kebiasaan kita nantinya akan membentuk karakter kita.
  3. Waktu mengerjakan sesuatu, kita pasti akan terpentok dengan suatu halangan. Kesalahan terbesar di sini adalah menganggap halangan ini adalah pertanda bahwa kita sudah buntu dan tidak bisa mencapai goal kita. Jalan terbaik yang sebaiknya diambil adalah tetap jalanin aja. Dari apa yang gw alamin, terkadang tiba-tiba halangan itu ternyata bukan masalah yang bener2 bisa menghalangi kita, dan saat kita sadar akan hal itu akan terlambat.

yah, doakan saja semoga gw bisa terus konsisten dalam hidup gw, dan tentunya juga dalam hal ngeblog.

-Ditulis saat ketinggalan nonton the expendables. Sedih sedih sedihhhhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s