Belajar Bahasa Jepang Lagi

Minna no Nihongo, semacam buku sakti untuk mereka yang ingin bisa bahasa Jepang

Berbekal tekad untuk lebih sering melihat cewek jepang melanjutkan S2 di Jepang, gua pun memulai belajar Bahasa Jepang lagi setelah sebelumnya vakum dari dunia persilatan bahasa jepang selama kurang lebih dua tahun – atau 3 tahun secara formal, karena di masa TPB gua masih mengikuti genshiken dengan mencoba sebagai seorang translator. Langkah pertama yang gua ambil adalah mencoba untuk mencari tempat les bahasa Jepang di Bandung yang bisa gua ikuti. Maka, gua pun mencoba untuk ikut JLCC berhubung kebetulan ada tante gua yang mengajar di situ.

Yah, dan ternyata gua harus placement test terlebih dahulu sebelom bisa les di situ. Jadilah gua yang udah ga nyentuh bahasa jepang selain dari dorama dan anime harus ikut placement test dengan agak terlupa-lupa. Yahh tentunya anime dan dorama dam manga tidak bisa dijadikan referensi belajar grammar yang lebih baik bukan? Kira-kira analog dengan bagaimana para mahasiswa ITB senang nonton serial TV dalam bahasa Inggris tapi sebagian besar grammarnya toh tetap hancur lebur. Kembali ke kegiatan placement test, gua mengambil placement test yang ditujukan untuk murid yang sedang shokyu 2 – dan emang gua terakhir belajar sampai tahap itu. Dengan berbekal tekad ga mau ngulang secara formal apa yang sudah gua pelajari sebelumnya, gua pun menerjang tes dengan persiapan hanya baca minna no nihongo di JLCC selama 10 menit.

Selama di ruangan tes, waktu terus berlalu. Banyak soal yang awalnya gua ga bisa ngerjain karena emang udah lupa dan hilang dari ingatan, tapi akhirnya di tengah jalan gua inget cara ngerjainnya lagi. Semuanya berbekal ingatan les bahasa Jepang waktu kelas 3 SMA, yang seharusnya sudah tertiban dengan ingatan mengenai resistor, white noise, OSI layer, antena dipol setengah lambda resistansi 73 ohm, maupun segala kawan-kawannya yang sudah menyusahkan sekaligus membuat hidup lebih menantang. Dengan berbekal sebuah pensil pinjaman dari JLCC, penghapus yang sudah dari sananya nempel di pantat pensil tapi sayangnya sudah mau habis, dan suara Giri Kuncoro pegawai Toshiba yang ketawa-ketawa mulu di ruang tunggu, akhirnya tes selesai. Setelah hasilnya keluar, ternyata gua lulus jadi untunglah gua ga usah ngulang lagi tingkat 2. Whew. Syukran.

Sekarang, gua harus nunggu kabar dari JLCC mengenai apakah ada kelas yang bisa dibuka untuk tingkat shokyu 3 dan apakah nantinya jadwalnya akan sesuai. Well, ndak tau juga ya, tapi semoga ada sih biar semester ini gua ga gabut-gabut amat. Jadilah sekarang gua bergerilya mencoba belajar sendiri bahasa jepang berbekal buku minna no nihongo, software jquicktrans, dan seperangkat file pembahasan grammar dan vocabulary yang gua dapat di internet. Hmm semoga beneran bisa ke Jepang jadi bisa dapet istri orang jepang, terus punya anak blasteran.

demi punya istri seperti ini

-Ditulis sambil review minna no nihongo jilid 1

One thought on “Belajar Bahasa Jepang Lagi

  1. Huakakakak…Cita-cita lo selaen berendem di yakuzi ga taunya ini toh?? Haha..
    Gw aminin deh dit..Bisa lah lo mah..hehe..Sukses bro..baik ke jepang maupun istri jepangnya..
    Asal jangan kawin ama anime aja lo.. :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s