Impulsif Lagi, Sekarang ke Ciater

Yap, kali ini gua kembali melakukan hal impulsif, dengan cara pergi ke Ciater untuk berendam air panas! Buat yang mengikuti sepak terjang gua, tentunya udah tau bahwa salah satu visi hidup gua adalah nantinya beli jacuzzi buat berendam air panas di dalamnya seharian. Jadi gua rasa, kenapa gak untuk lebih memotivasi gua sedikit meng icip-icip seperti apa rasanya berendam air panas? Maka secara impulsif pun Imam mencetuskan ide ini dan Jumat malam kemaren kami berangkat ke Ciater.

Kolamnya bukan yang ini sih, tapi mirip lah

Kami berangkat dengan menggunakan dua mobil. Yang pertama adalah mobil gua, sebuah Corolla yang kebetulan sedang ada berhubung gua baru datang ke Bandung dan mobilnya belom dibawa pulang sama orangtua gua. Yang kedua adalah mobil Lestian, sebuah Yaris. FYI, Lestian baru selesai KP dari Jakarta waktu ikutan rencana impulsif ini, jadi dia masih pakai kemeja dan celana bahan. Luar biasa sekali impulsif ini.

Jadilah pada pukul setengah 11 malam kami berangkat bertujuh: Gua, Imam, Dicky, Ganang, Lestian, Irham, dan Hilman. Gak nyangka kan kita bakal menyeret Irham dan Hilman dalam rencana impulsif kayak gini? Perjalanan ke sananya kurang lebih sekitar 1 jam-an. Tentunya kendala yang paling kerasa adalah jalan ke sana yang menanjak dan terus menanjak ditambah sempit, berkelak kelok dan gelap. Meskipun bukan kasus ekstrim kayak waktu kita ke Ujung Genteng sih, tapi tetep aja nyetirnya mesti hati-hati. Dan yang lebih parah adalah waktu turun ke arah Ciater. Itu beneran cuman dikasih satu jalur buat mobil yang arah turun dan jalurnya sempit banget. Mungkin temen gua si cakson bakal ngedrift gak karuan di tempat seperti ini, tapi untungnya dia nggak ada jadi kami semua sampai di tujuan sehat wal afiat

Akhirnya sampai di kolam air panas, setelah parkir dan bayar tiket 35000 per orang kami semua langsung ganti baju dan siap-siap berendam. hal pertama yang keliatan di sini adalah bahwa ada gewes gane meskipun udah hampir jam 12 malam ternyata kolamnya masih rame! Kalo dipikir-pikir emang sih lebih enak berendem malem-malem. Jadi kebayang kalo di Jepang terus berendem di Onsen malem-malem, apalagi di musim dingin. Salju turun, sementara badan kerendem di air panas. Aaaa kimochi~ jadi makin bertekad ke Jepang.

Kembali ke kolam di Ciater, kami pun berendem. Ahhh sungguh sensasi masuk air panas luar biasa. Yang paling enak adalah mencelupkan sedikit demi sedikit anggota bada ke kolam air panas. Mulai dari kaki, lanjut ke paha, terus perut, dada, sampai akhirnya pundak. Ahh luar biasa rasanya hangatnya air panas sedikit demi sedikit masuk ke kulit kemudian ke badan. Gila enak banget, sampai gua yakin kalo di surga nanti bakal ada kolam air panas 24 jam. Sangat dianjurkan untuk melakukan push up atau fitnes atau apapun itu yang membuat badan pegel-pegel sebelum berendam karena akan menambah nikmat berendam (konon Imam melakukannya).

Yah satu hal yang gua sayangkan adalah kenapa kami gak ngajak Syobri. Dengan adanya gewes-gewes gane dan kolam air panas sudah pasti akan memicu semacam reaksi yang menggelikan. Tentunya akan muncul komentar-komentar lucu yang selalu bisa direkam untuk kemudian meneror beliau, dan mungkin kita bisa melihat pemandangan seperti ini

Sebuah gurita rebus

Yah, tapi nasi telah menjadi bubur, gurita tidak jadi direbus. Maka terpaksa kami tidak mendengarkan ocehan dan desisan beliau. Setelah berendam selama dua jam, pindah-pindah kolam mulai dari yang hangat, panas, paling panas, hingga menjajah kolam anak kecil – diselingi dengan survey ikan yang ternyata di Ciater ada yang bagus sampai Imam dan Lestian geser melulu – kami pun udahan.

Kejadian menarik yang terjadi berikutnya adalah loker Ganang gak bisa dibuka. Oh sekedar info, loker di sini adalah sebuah coin locker yang selama ini cuman gua liat di pelm-pelm. Gua baru pertama kali melihatnya langsung, dan dengan terkagum-kagum kami ngomong woww waktu masukin koin dan kemudian mengunci lokernya. Sungguh gak mencerminkan mahasiswa ITB.

Beneran kayak gini

Jadi cara kerja loker ini adalah:

  1. Masukin barang ke dalem loker
  2. Masukin koin ke slot koin
  3. Kunci lokernya. Koinnya jatoh ke dalem, jadi loker ini cuman bisa dipake ngunci sekali untuk satu koin.
  4. Jangan lupa ambil kuncinya, kecuali anda murah hati ingin menyumbangkan isi tas anda
  5. Bila anda ingin mengambil barang, cukup buka secara normal dan ambil bawaan anda. Sekedar catatan apabila anda melakukan ini anda tidak bisa mengunci kembali loker tanpa memasukkan koin.
  6. Apabila Anda Ganang Fajar Ramadhan, maka kunci Anda kemungkinan akan gagal membuka loker dikarenakan pintu lokernya stuck, dan Anda terpaksa menunggu setengah jam lebih hingga petugas membukakan loker anda sementara teman-teman Anda semuanya sudah berbaju rapih dan menunggu anda dengan tidak sabar. Disarankan untuk kembali berendam saja daripada stres

Oh dan ini satu foto yang asli kami foto sendiri. Sebelum-sebelumnya gak ada foto asli hasil jepretan sendiri dikarenakan tidak ada yang mau merelakan kameranya nyemplung ke dalam air panas penuh belerang.

Para pemuda berfoto jam setengah 2 dini hari

Perjalanan ditutup dengan perjalanan pulang satu jam, makan di KFC merdeka, menerobos lampu merah karena gak ada polisi, Lestian yang melawan arus di jalan sumur Bandung, dan akhirnya gua sampai di kosan jam 3 pagi. Ahhh tidur abis mandi air panas, berjuta rasanya.

-Ditulis dengan niat beli Jacuzzi yang makin mantap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s