Bye VLSI, Maybe Next Time

Di hidup ini tentunya ada berbagai macam persimpangan. Setiap kali kita dihadapkan kepada berbagai macam pilihan di depan mata kita, dan kita dipaksa untuk memilih salah satu jalan yang ditawarkan kepada kita. Tiap pilihan tentunya punya konsekuensinya masing-masing, dan kita yang mengambil keputusan untuk memilih salah satu pilihan tersebut harus bisa mempertanggungjawabkan hasil dari yang kita pilih.

Ngomong-ngomong pilihan yang gua ambil ga seberat itu sih, sampai gua harus menanggung konsekuensi yang kesannya wah bagnet seperti yang gua tuliskan di atas. Sebenernya cuman sekedar apakah gua akan mengambil mata kuliah VLSI di semester ini atau enggak. Pertimbangan utama dari masalah ini adalah mengenai apakah gua akan ikut perlombaan VLSI apa enggak, dan apakah gua akan mengambil tugas akhir di Lab IC design atau tidak.

Setelah kembali bertanya kepada hati yang paling dalam, dan mengidentifikasi apa minat gua, dan juga setelah menimbang-nimbang job desc yang diberikan kepada anak telkom di lab IC design, gua memutuskan untuk melakukannya seperti ini:

Rencana Studi Semester 7

Selain mata kuliah wajib telkom, yaitu KP TA dan baseband, gua mengambil matkul radar. Sesungguhnya ini pilihan yang agak sulit, karena jadwal VLSI bentrok dengan siskomsat dan juga siskomsel. Dengan kata lain, seandainya gua memutuskan untuk mengambil kuliah VLSI maka gua gak akan bisa mengambil mata kuliah radar.

Selain itu, ternyata TA yang akan dikerjakan di lab IC design, meskipun berkaitan dengan LTE, ternyata hanya melakukan coding dengan menggunakan bahasa C.Pada TA ini yang anak telkom akan melakukan pemodelan beberapa bagian dari LTE misalnya synchronizer maupun equalizer. Dan menurut ikhsan mabok sang menteri keprofesian sekalipun, ini merupakan kegiatan yang membosankan.

Kembali melihat kepada minat dan sepak terjang gua selama di telkom, yah gua menyadari bahwa minat gua lebih kepada mata kuliah yang terkait dengan elkom dan antena, bukan siskom 2 (yang cukup mendekati TA IC design). Mengacu kepada perkataan bahwa sebaiknya kita mengerjakan apa yang kita sukai, maka gua memutuskan untuk mengambil tawaran TA dari pak Munir saja, yang hampir seluruhnya terkait dengan elkom dan antena.

Soal lomba LSI design contest, gua juga cukup sadar bahwa untuk bisa mengikutinya tentunya butuh pengetahuan lebih soal deain. Yah, berhubung mata kuliah terkait desain yang gua ambil rencananya baru arsikom dan VLSI mulai semester depan, kelihatannya tidak akan cukup kalau gua ga totalitas mau mempersiapkan diri buat lomba. Ditambah rencananya gua juga berniat untuk les Perancis dan Jepang di semester depan, maka gua memutuskan untuk mengambil VLSI di semester berikutnya saja untuk pengetahuan seputar RTL.

Well, maybe next time eh VLSI?

-Ditulis di pagi hari yang cerah

5 thoughts on “Bye VLSI, Maybe Next Time

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s