Rencana Yang Paling Baik Adalah Rencana Impulsif

Ini terbukti dari pengalaman gue sendiri. Udah beberapa kali gue mengalami bagaimana rencana yang ceritanya disusun matang-matang dari jauh-jauh hari pada akhirnya bubar dan berantakan. Entah pesertanya gak bisa satu persatu lah, entah tiba-tiba gak ada transport lah, entah tempat yang dituju diserang alien lah.. pokoknya ujung-ujungnya jadinya gak konkrit. Contoh aja nobar world cup akhir-akhir ini di salah satu rumah teman gue. Eventnya diumumin beberapa hari sebelumnya. Tapi ujung-ujungnya satu persatu pesertanya gak bisa dateng, entah nobar sama keluarganya lah, sama temennya yang lain lah, sama ceweknya lah, atau bahkan dengan ditemenin temennya nobar sama keluarga ceweknya.

Kasus lainnya adalah tur keliling museum-museum di Jakarta. Tadinya kirain bakalan banyak yang ikutan, tapi pada ujungnya akhirnya yang dateng cuman sedikit. Well mayan sih dapet foto kayak gini:

….ehem, tapi yang ingin gue katakan adalah dari belasan orang yang ceritanya mau ikut ternyata yang datang ya cuma segini. Yahh intinya manusia merencanakan Tuhan menentukan lah..

Sementara, beberapa plan yang dibuat secara impulsif malah berhasil! Gue cuman cerita pengalaman gue sendiri aja, jadi silakan disimak saja.

Salah satunya adalah cerita makan sate Pak Gino. Dimulai dari sekumpulan anak HME yang gak ada kerjaan sedang punya waktu senggang, tiba-tiba ada yang ngajak jalan-jalan makan sate Pak Gino. Dan kami pun makan. Impuls berikutnya, tiba-tiba ada yang ngajak karaoke. Sayangnya gagal dikarenakan saat itu weekend dan semua tempat penuh, tapi benar-benar nyaris konkrit karena kami udah berkunjung ke Ciwalk demi booking tempat langsung. Pulang ke kampus, impuls berikutnya adalah makan es krim! Dan benar saja kami tiba-tiba mendapati diri kami makan es krim di Circle K Dago. Luar biasa. Tapi, impuls berikutnya ternyata lebih hebat lagi: makan di McD. Pada tahap ini, Anda yang membaca tentunya udah mikir, gak mungkin banget udah makan sate plus nongkrong di depan Circle K Dago, makan es krim Spongebob rasa pisang sambil jongkok kayak anak gahul circle K tapi masih pengen makan McD. Well, percayalah, kami pun makan di McD! Gilak, itu bener-bener hari tamak sedunia. Mungkin ada kali berat gue naik beberapa kilo. Impuls terakhir adalah, tiba-tiba nganterin Intan ke kosannya di Tubagus Ismail sekalian pengen ngeliat temen kosannya yang katanya cantik. Bayangin aja, kita udah di McD Dago, nganterin intan ke tubis dalem, dan abis itu balik lagi ke arah kampus. And it happens! Wow, hidup impulsif!

Tentunya kejadian lain yang akan gue ceritakan adalah nonton Letters to Juliet, tapi itu liat sendiri aja di postingan lainnya -____-”

Yah, intinya apa yak? Gak bermaksud membantah peribahasa “gagal merencanakan adalah merencanakan kegagalan” sih, tapi mungkin lebih ingin menasehati bahwa mungkin kita gak selalu harus menunggu lama-lama untuk melakukan sesuatu dengan dalih belum siap dan lain sebagainya. Mungkin apabila dalam hati tercetus sedikit saja perasaan “kita sudah siap”, yah mungkin memang benar bahwa kita sudah siap🙂. Jadi kalau mau disikat ya sikat aja! SSSiiiikaaaattttt

-ditulis setelah writer’s block hilang, dan ingin menulis lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s