Pertama Kali Nonton Romance Drama.. di Bioskop

Alkisah di suatu hari Kamis, Aditya Prabaswara sedang menumpang metromini nomor 640 jurusan Tanah Abang – Pasar Minggu. Dikarenakan suatu sebab yang tidak jelas, ban bus tersebut pecah. Tentu saja akibatnya adalah seluruh penumpang harus turun dan pindah ke metromini 640 yang lainnya.

Sayang sekali, saat itu adalah jam pulang kantor. Seluruh metromini yang melalui daerah tersebut sudah penuh sesak berisi para manusia kantoran yang sedang pulang kantor. Walhasil, si anak KP Indosat pun memutuskan untuk menonton sebuah film di bioskop Plaza Semanggi bersama ketiga temannya yang semuanya wanita sambil menunggu jam pulang kantor lewat.

Apa mau dikata, bioskop Plaza Semanggi adalah bioskop kecil. Hanya ada tiga studio, dan ternyata salah satu film menempati dua studio. Maka, pilihan hanya ada dua: menonton sebuah film tentang vampir kemayu yang mengkilap kayak baju penyanyi dangdut bila kena matahari duel dengan serigala berdada bidang.. atau nonton Letters to Juliet.

Jadilah, sebagai orang yang punya integritas untuk membenci buku seri Twilight, sang pria mengikuti keinginan ketiga teman wanitanya menonton Letters to Juliet. Entah bagaimana, inilah kesan yang didapatkan dari pengalaman pertama menonton film macam ini di bioskop:

  1. Cara pandang cowok dan cewek mengenai sesuatu sangat… berbeda. Ada satu adegan di mana gue cuman bertopang dagu sambil dalam hati ngomong ‘ooh gitu’ sementara di sebelah gw nisa udah berlinang air mata
  2. Kalau kita khilaf bentar aja, meskipun kita udah tunangan satu tahun kita bakal ditikung sama orang yang baru kenal cewek kita satu minggu
  3. Semua orang dengan sukarela akan mengerahkan segenap jiwa dan raganya untuk membantu orang asing
  4. Semua pria Itali adalah don. Meskipun mereka sudah kakek-kakek dan rambutnya putih semua. Pantesan masuk 16 besar piala dunia aja kagak, sibuk ngejar cewek rupanya
  5. Nyetir dengan mobil kap terbuka melintasi pedesaan Itali tidak akan merusak tata rambut anda. Oh dan daerah pedesaan Itali BAGUS BANGET
  6. Entah kenapa semua kebetulan bisa terjadi dengan tepat. Terus happy ending deh.
  7. Nonton film dengan genre drama romantis adalah dosa besar bila anda cowok dan tidak bawa pasangan. Mungkin setara malam mingguan di HME. Anda akan dihinggapi perasaan bersalah yang luar biasa

Sekian.

-Ditulis setelah pulang nonton Letters to Juliet bareng Nisa, Ina, dan Lala di Plaza Pelangi. Metromini yang dinaiki waktu pulang nyetirnya ngebut bin ugal-ugalan. Groovy.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s