D3, S1, Jarkomdat

Oke, D3 dan S1 memang ada hubungannya, tapi kenapa ada Jarkomdat (Jaringan Komunikasi Data) di judulnya? Kita akan ke situ nanti.

Orang biasanya sudah tahu apa bedanya S1 dengan D3. Yang jelas D3 itu lebih ke arah praktek. Dari Kerja Praktek dan berbicara dengan seorang teman D3, gua jadi tahu bahwa D3 itu benar-benar orientasinya ke arah situ. Tiap hari pasti ada praktikum. Pernah dia kuliah dari jam 7 sampai jam 7 karena praktikum. Tugas akhirnya pun disuruh bikin alat. Wajar lah waktu Kerja Praktek sudah pada siap terjun dan ngulik2 alat di lapangan.

Sementara S1? Kalau dibilang di sini sih, S1 ITB tuh engineering scientist. Belajar engineering, tapi masih sainsnya. Banyakan teori lah. Kita dituntut memahami dasar dari keilmuan kita, meskipun mungkin waktu kerja kalau kita diberikan sbeuah alat, kita belum cukup skill untuk menggunakannya.

Teori, teori teori. Kalau begitu, apa keuntungan mengambil S1? Kenapa gak D3 aja terus langsung terjun ke dunia kerja? Susah-susah belajar medan sama antena, tapi belum tentu bisa benerin antena TV. Tapi, setelah diceritakan oleh salah seorang teman gua, ternyata saat kerja, S1 (yang tentunya sudah ditraining) selain bisa menggunakan peralatan operasional, bisa juga menjelaskan prinsip kerja alat yang dia gunakan. Ngerti kan apa yang gua katakan? S1 itu menaruh pondasi cara berpikir melalui dasar-dasar keilmuan, sehingga bangunan apa saja yang didirikan di atas pondasi itu – dalam hal ini praktek waktu kerja – bisa didirikan dengan mudah karena sudah punya pondasi yang kokoh.

Nah, hal ini mengantarkan gua bernostalgia ke suatu hari di semester kemarin, di kelas Jarkomdat. Dosen kelas Jarkomdat ini adalah Pak Harry Santoso, orang cisco, dan entah bagaimana caranya ku ingin jujur apa adanya dari hati dia bisa mengajar tentang OSI layer hingga ke detail-detail terkecil tanpa menggunakan slide. Jadilah suatu hari dalam sebuah sesi bullying terjadwal, sekelas ditanya-tanya mengenai sesuatu.

HS : (nanya sesuatu)

Sekelas: (diem)

HS: Gimana ini kalian. Saya ini mencoba bikin you mikir lho. Kalau begini caranya, kalian ini bakatnya hanya bisa jadi operator, bukan telecommunication engineer. Mikirrrr. Mana bisa kalian kerja di Alcatel atau Cisco tapi kayak gini

Percakapan di atas berdasarkan memori gua, tapi intinya seperti itu. Saya juga pengen masuk Alcatel Lucent kok pak. Tapi, intisarinya adalah apabila kita memahami dasar berpikir dalam mengerjakan sesuatu, kita akan mudah menyesuaikan dasar pemikiran itu dengan masalah-masalah yang kita hadapi di dunia engineering nanti, dan itu jadi kelebihan S1. Begitulah, makanya kalau disuruh belajar teori jangan jebuh dulu. Sudah dulu karena ternyata 5 menit lagi pulang KP. Tha-tha!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s