Jajanan Warung != Murah

Ini saya alami sendiri tadi siang, bahwa tidak semua jajanan yang ditempatkan di tenda-tenda itu murah. Bermula dari bagaimana gw melarikan diri pulang lebih awal dari tempat kerja praktek karena kedua mentor yang bertugas membimbing kami sedang cuti, gw dan kedua teman gw yang ditempatkan di divisi yang sama yakni Gunung dan Ina memutuskan untuk mengecek Jakarta Book Fair yang bertempat di Senayan.

Dari KPPTI, kami cukup mengambil busway satu kali saja tanpa transit. Untuk langsung menuju ke inti permasalahan, gw rasa gw tidak perlu menceritakan mengenai bagaimana gw mencari2 buku, dan langsung ke jam makan siang. Jadi begini, ketika jam makan siang kami bertiga tentunya ingin untuk makan. Nah, karena tidak tahu jajanan di sekitar situ, ada dua pilihan: yang pertama adalah makan di Toni Jack’s dengan harga yang standar. Yang kedua, adalah makan di jajanan di tenda-tenda yang terletak di luar area book fair.

Dengan asumsi bahwa makanan di tenda-tenda umumnya lebih murah, gw pun menjatuhkan pilihan kepada sebuah warung soto sulung. Sebelum membeli, gw menanyakan harganya, dan karena ternyata harganya 15 ribu, gw pun makan di situ, dengan pertimbangan bahwa harga tersebut cukup fair mengingat ini di Senayan. Setelah sebuah soto sulung yang biasa-biasa saja (gak lebih baik dari soto jorok belakang ITB) dengan nasi dan teh botol, sebagai seorang warga negara yang baik gw pun membayar soto. Dannnnn, jreng jreng! Ternyata gw harus membayar 5 ribu! Apa-apaan ini!?

Langsung saja gw tanyakan kepada mas2nya, kenapa gw harus membayar 25 ribu, padahal soto nya hanya 15 ribu? Yahh, ternyata nasi dan teh botol belum dihitung dan masing-masing dihargai 5 ribu. Males engkel2an dengan si mas, gw membayar saja dengan menggerutu. Ina pun mengalami hal yang sama, dengan aqua botol dihargai 5000 dan nasi setengah porsi 3000. Heran, bisa-bisanya harga teh botol dan nasinya ngalah-ngalahin restoran. Gak bermaksud suudzon, tapi seolah-olah si penjual soto sulung itu sengaja ngejebak kita dengan cara ngemahalin minuman dan nasi tanpa bilang-bilang tersebut. Yahh, semoga ini hanya prasangka buruk saja, dan kalau toh si penjual tersebut berniat curang semoga dapat balasan. Yang jelas mulai sekarang gw harus menyingkirkan mindset bahwa jajanan di warung lebih murah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s