Cowok dan Cewek Dipisah

Nggak sih, sebenernya isi postingan ini ga penting, jadi maaf-maaf saja kalau anda-anda para pembaca setia blog ini mengira isi postingan ini akan berbobot.

Jadi, sebenernya gw cuma pengen bercerita mengenai pengalaman gw naik busway kemaren. Pada tau kasus pelecehan seksual yang terjadi di busway kan? Nah, untuk menanggapi hal itu ceritanya akhirnya busway dipisah antara bagian cowok dengan bagian cewek.

Nah, entah kenapa, apakah ini seperti yang diajarkan di komdat mengenai kegagalan routing – di mana bad news travel slow – kelihatannya ada perbedaan persepsi antara tiap halte busway mengenai bagaimana seharusnya tempat cowok dan cewek dipisah, sehingga akhirnya kebijakannya jadi gak efektif.

Jadi begini:

  1. Naik dari BI, yang dipisah adalah antriannya, jadi cowok dan cewek tetep naik dari pintu yang sama tapi baris antriannya dipisah. Hmm jadi supaya gak diPSin pas ngantri aja mungkin?
  2. Setelah transit di dukuh atas, yang dipisah antara cowok sama cewek adalah pintu buswaynya, jadi cewek2 di depan dan cowok2 di belakang. Sounds right, huh? but..
  3. Mulai dari kuningan, gak dipisah, akibatnya biarpun tadinya udah dipisah akhirnya nyampur lagi antara pria dan wanita.

Maka jadilah pemisahan tidak efektif, dikarenakan miskom. God, this is why we need coordination -___-“

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s