Indosat, day 1

Ehem, jadi ini adalah hari pertama saya sebagai obat nyamuk kerja praktek di Indosat. Sesuai dengan kesepakatan, KP dimulai pada pukul 07.30 dan berakhir pada pukul 16.30. Saya sendiri baru sampai di gedung KPPTI Indosat pukul 07.10 tanpa tahu di mana ruangan tempat nanti saya kerja praktek. Untunglah Gunung sudah sampai di sana terlebih dahulu dan bisa dikontak, dan kebetulan saya sampai berbarengan dengan Nisa, sehingga rasanya gak terlalu grogi2 amat dateng mepet.

Saat pertama sampai, kami gak langsung menuju kantor masing-masing, tapi terlebih dahulu bertemu dengan semacam koordinator mahasiswa KP yang dipanggil dengan panggilan ‘Oom Wil’  – dia sendiri yang minta dipanggil oom, bukan saya yang pengen manggil dia oom – untuk mengambil nota dinas KP yang nantinya diserahkan ke division head masing-masing.

Nah, untungnya Ina, Gunung, dan saya sebagai obat nyamuk ditempatkan di satu divisi yang sama yaitu fixed switching. Buat yang ga tahu apa itu fixed switching, itu bagian dari telekomunikasi yang bertugas untuk mengalokasikan panggilan kepada jalur komunikasi yang tersedia serta melakukan routing dan signaling untuk setiap panggilan yang ada. Ini meliputi panggilan SLI, lokal, SLJJ, dan lain-lain. Sayangnya, ilmu saya masih belum cukup untuk memberikan penjelasan yang lebih jauh mengenai switching ini. Divisi ini sendiri dilihat secara umum dibagi menjadi 4 bagian, yaitu:

  1. TDM switching – switching lama dengan menggunakan time division multiplexing
  2. NGN – switching dengan menggunakan basis packet, dan akan lebih digunakan di masa depannya nanti. Saya sendiri tertarik dengan bagian ini
  3. Signaling – Mengurus signaling, disebut-sebut sebagai salah satu yang dibutuhkan di masa depan dan merupakan yang paling rumit di divisi ini
  4. Supporting – Mengurus sistem billing dll.

Maka, setelah diberikan nota dinas, kami pun menuju ke kantor Pak Kohar selaku DH dari fixed switching center. Pak Kohar sendiri merupakan alumni elektro ITB angkatan 1981, maka kami berbincang-bincang sekitar satu jam mengenai pengalaman Pak Kohar sendiri di ITB – beliau bertanya apakah kami masih diajar sama Pak Herman 0_0 – mengenai karirnya di Indosat, dan mengenai kami sendiri akan ngapain nanti waktu KP di Indosat.

Yah, setelah bincang-bincang tersebut, kami turun ke lantai 3 bagian teknis, di mana kami dikenalkan dengan semua anggota divisi di situ sebelum akhirnya diberikan satu ruangan sendiri. Oh dan ruangan ini bekas kantor, jadi kira-kira panjangnya sepanjang HME. Untuk kami bertiga saja karena penghuni lamanya sudah pindah dari situ. Wew.

Pertama-tama, kami masuk ke OM tempat Indosat melakukan pengawasan terhadap seluruh switch-nya di Indonesia. Oh dan seluruh switch yang ada di remote dari tempat ini. Kesan pertama yang saya dapatkan saat masuk ruangan ini adalah seperti ruangan-ruangan operasional CIA yang ada di film-film, dengan banyak layar komputer berjejer dan layar besar yang terletak di depan ruangan. Untuk memulai proses pembelajaran di Indosat ini, kami pun memutuskan untuk secara random menunjuk satu orang yang tidak beruntung untuk kami tanya-tanyai mengenai switching center ini. Maka kami pun menunjuk mas Daniel yang baik hati untuk menjelaskan tempat ini kepada kami. Sayangnya, karena kami bertiga emang ga punya pemahaman apa-apa soal switch, jadinya pas mas Daniel ngejelasin ke kami, kami iya iya aja padahal ga ngerti -_-.

Setelah itu, berhubung malu ga ngerti apa-apa, kami kembali ke ruangan superbesar yang diberikan kepada kami bertiga tadi untuk baca-baca manual switch yang ada di situ. Sayangnya, biarpun udah baca manual, kami tetap ga ngerti. Dan dari sinilah neraka kebosanan magabut dimulai. Dengan sisa dua jam dari pukul setengah tiga, kami harus memutar otak habis-habisan mengenai bagaimana caranya supaya kami tidak mati bosan terlebih dahulu di ruangan itu. Awalnya kami mencoba twitteran aja, namun semakin lama cara ini semakin tidak efektif, bisa dilihat dari tweet saya dan Ina yang semakin sore semakin ngaco. Bahkan saya pun sempat berpikir untuk lari tiga lantai ke atas dengan harapan pemandangan di sana lebih baik. Gunung saking stresnya mencoba membujuk kami untuk ikutan fitnes, dan untuk menunjukkan hasrat fitnesnya ia mulai mengangkat-angkat meja kerja yang ada di situ. Tentu saja kami mencoba menghentikannya karena takut nanti diusir dari KP indosat atas dakwaan pengrusakan inventarisir.

Akhirnya, setelah pukul setengah lima kami pun pulang. Pengalaman tadi telah memberikan kepada kami sebuah pelajaran berharga – bahwa mulai besok kami harus bawa snack dan bacaan, atau bahkan ular tangga agar tidak bosan saat kerja praktek.

Day 1 end.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s