Antara Dunia ICT dan Dunia Pendidikan

Ahaha, udah lama banget ga ngeblog, dikarenakan setelah pindah alamat blog mendadak jadi males ngurus. Yap, tapi setelah saya iseng ikutan lomba menulis petir pijar kemarin, saya kembali menemukan passion menulis saya. Memang, tingkatan tulisan saya masih jauh dari tingkatan penulis-penulis yang sudah terkenal, namun toh saya menulis ini untuk senang-senang saja, jadi ya no worry lah.

O iya, sebagai salam pembukaan dari saya setelah sekian lama tidak menulis, ini akan saya post hasil tulisan saya yang digunakan untuk ikutan lomba petir pijar kemarin. Mohon maaf kalau banyak yang ga akurat, maklum dibuat cuma dalam waktu singkat sebagai seorang deadlinere sejati, hehehe More writing after the break

BAGAIMANA INTERNET MEREVOLUSI PROSES PENDIDIKAN

Aditya Prabaswara 13207028

Proses kegiatan belajar mengajar versi klasik, seperti yang kita ketahui selama ini, melibatkan sebuah ruang kelas, di mana pihak pengajar dan yang diajar bertemu untuk melakukan proses belajar mengajar dengan cara tatap muka secara langsung. Cara belajar seperti ini telah bertahan selama puluhan abad sejak masa-masa Yunani kuno hingga saat ini. Sebagian besar sekolah-sekolah yang ada masih mengadopsi cara belajar seperti ini, dan mungkin cara seperti ini masih akan dilakukan hingga tahun-tahun mendatang.

Namun, seiring dengan datangnya era informasi muncul sebuah pertanyaan baru: bagaimana jika kita mengubah sistem ini dan memodifikasinya sedemikian rupa, sehingga tidak diperlukan lagi sebuah sekolah secara fisik, dan membebaskan kegiatan belajar mengajar dari segala keterbatasan ruang?

Dunia yang terhubung

Beralihnya sistem kegiatan belajar mengajar, dari kebutuhan bertatap muka secara langsung menjadi sistem yang dilakukan sepenuhnya melalui internet bukanlah suatu hal yang mengada-ada. Sekarang, untuk menunjukkan bahwa ini bukan sekedar omong kosong belaka, mari kita lihat bagaimana perkembangan internet di dunia saat ini. Seperti yang telah kita rasakan, teknologi internet secara berangsur-angsur, dimulai sejak tahun 2000an telah menjadi bagian yang penting dari hidup kita. Setiap harinya, bit-bit data dalam jumlah yang tidak terhitung telah diunduh oleh jutaan pengguna internet di seluruh dunia, untuk menyajikan informasi terkini. Tercatat pada Juni 2009, di seluruh dunia terdapat 1.67 milyar pengguna internet. Dengan penduduk dunia yang saat ini sudah mencapai 6.8 milyar jiwa, ini berarti sekitar 24.5% manusia di bumi sudah terhubung dengan internet!

Fleksibilitas dan informasi yang ditawarkan oleh internet juga menjadi faktor pemicu utama mengapa internet sebegitu diterimanya oleh masyarakat. Saat ini, akses internet bukan lagi merupakan barang mewah, melainkan sesuatu yang sudah dapat dinikmati oleh hampir seluruh lapisan masyarakat. Menurunnya tarif per bandwidth, dan hadirnya akses internet mobile, mengakibatkan setiap harinya semakin banyak pengguna yang terhubung ke internet.

Fleksibilitas internet sedemikian hebatnya, hingga muncul istilah “Information at Your Fingertip”, yang mengacu kepada fakta bagaimana kita dapat mendapatkan informasi apapun kapanpun di manapun. Sekarang, bayangkan, misalnya Anda sedang berjalan-jalan di kota. Anda melihat suatu restoran yang terlihat menarik, dan Anda sedang menimbang-nimbang, apakah layak untuk menghabiskan waktu anda menikmati makan malam di restoran tersebut. Tidak perlu khawatir! Cukup keluarkan handphone Anda, akses internet browser anda, dan dengan menggunakan akses internet mobile, segala hal yang perlu anda ketahui mengenai restoran tersebut akan dihadirkan melalui layar ponsel anda.

Hadirnya akses internet berkecepatan tinggi mengakibatkan dimungkinkannya internet melayani berbagai kebutuhan anda. Ingin mendengarkan radio? Akses situs streaming radio, dan anda dapat mendengarkan siaran radio favorit anda melalui komputer. Ingin menonton video? Cukup akses situs streaming seperti Youtube. Ingin mengkontak teman-teman lama Anda? Ada banyak sekali situs jejaring sosial yang bertebaran di internet.

Bahkan, saat ini sudah dimulai suatu fenomena di internet yang disebut konvergensi. Konvergensi dapat dikatakan sebagai suatu fenomena, di mana layanan-layanan berupa video, voice, dan data dapat sampai di pengguna dengan menggunakan protokol internet. Hal ini semakin mengukuhkan posisi internet sebagai suatu media penyampaian informasi yang vital di abad ke 21 ini.

Antara internet dengan pendidikan

Mungkin dari tulisan di atas, akan muncul pikiran seperti: “Hmm, internet memang sebuah jalur komunikasi yang luar biasa. Namun, apa hubungannya dengan bagaimana kegiatan belajar mengajar dilakukan?”. Apabila Anda menanyakan pertanyaan seperti ini kepada saya, maka dengan yakin saya akan mengatakan “Semuanya”. Ya, semuanya. Tidak percaya?

Sekarang, kita tinjau kembali tujuan dari diadakannya proses belajar mengajar. Tujuan mendasar dari dilakukannya proses ini, tidak lain dari penyampaian materi dari yang mengajar – secara lebih spesifik guru, kepada mereka yang ingin diajar – dalam hal ini murid. Apakah proses penyampaian materi ini mensyaratkan adanya suatu keharusan di mana guru dan murid bertemu secara langsung di dunia nyata agar terjadi suatu proses transfer ilmu? Tentu saja tidak! (kecuali kita sedang membahas masalah absensi di sini, yang merupakan sebuah permasalahan yang sama sekali lain).

Hadirnya layanan internet memberikan kepada kita suatu sarana yang dapat digunakan untuk mendobrak adanya keterbatasan ruang dalam proses belajar mengajar. Penyampaian materi pelajaran dapat dilakukan dengan cara pemanfaatan sepenuhnya kemampuan internet. Mulai dari hal yang sederhana, seperti beralihnya media pencarian informasi, dari buku menjadi media digital. Apabila guru ingin memberikan materi tertentu kepada para muridnya, maka tidak diperlukan lagi proses klasik di mana guru menulis di papan tulis dan murid-murid mencatat. Materi-materi pelajaran yang ingin disampaikan dapat ditempatkan di sebuah situs di internet, sebagai salah satu contoh. Bahkan, apabila masih diinginkan bentuk pembelajaran yang lebih tradisional, di mana seorang guru menerangkan dan siswa-siswanya memperhatikan, layanan video streaming dapat menjadi salah satu solusi.

Bahkan, penggunaan internet sebagai media dapat memungkinkan dihadirkannya layanan-layanan pendidikan yang sebelumya tidak dimungkinkan. Sebagai contoh, hadirnya situs-situs e-learning memungkinkan murid belajar secara lebih interaktif. Berbagai macam program yang menunjang kegiatan pendidikan dapat kita tempatkan di internet, sebagai contoh website-website yang berisi simulasi ilmu pengetahuan, atau situs-situs pendidikan yang dikemas dalam bentuk permainan untuk meningkatkan minat para siswa. Keterbatasan layanan pendidikan yang disediakan di internet hanya terbatas pada imajinasi kita semata!

Tentu saja, mungkin masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa proses belajar mengajar secara fisik dapat secara sepenuhnya digantikan oleh pembelajaran via internet dalam waktu dekat. Sampai saat ini, tentunya kita pun masih merasakan akan perlunya sesi tatap muka antara murid dan guru dalam pendidikan, dan posisi dari layanan pendidikan berbasis internet ini pun masih hanya sebagai pelengkap. Masih dibutuhkan penelitian yang lebih dalam, apakah internet benar-benar dapat digunakan sebagai pengganti proses belajar mengajar yang klasik. Namun, siapa yang tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s