Twitter

Kira-kira, sekitar 5 menit yang lalu, ada e-mail yang masuk di inbox gw. Setelah gw cek, pengirimnya adalah Nicky Satrio, si ketua unit sulam pita dari blog sebelah. Isinya kira-kira begini (ini gw mengorbankan privasi gw, tolong dihargai xp)

Nicky Satrio wants to keep up with you on twitter

To find out more about Twitter, visit the link below:

http://twitter.com/i/b6ab6095e0cc45f06faf23614c734d81d0de96ba

Thanks,
-The Twitter Team

About Twitter

Twitter is a unique approach to communication and networking based on the simple concept of status. What are you doing? What are your friends doing—right now? With Twitter, you may answer this question over SMS or the Web and the responses are shared between contacts.

This message was sent by a Twitter user who entered your email address. If you’d prefer not to receive emails when other people invite you to Twitter, click here:
http://twitter.com/i/optout/d6e23e99ff37f566588c1bdf5bd4581d82f061ee

Yah begitulah. Si twitter ini ternyata udah lumayan terkenal, karena gw udah sering beberapa kali liat aplikasi web yang web 2.0 banget ini disebut-sebut dalam beberapa artikel di website luar. Terus, intinya apa sih twitter ini?

Ini penjelasan ambigu dari websitenya sendiri:

Twitter is a service for friends, family, and co–workers to communicate and stay connected through the exchange of quick, frequent answers to one simple question: What are you doing?

Bingung? Yah, gw ga menyalahkan anda, pembaca penjelasan di atas, karena gw juga ga dapet apa-apa dari membaca penjelasan di atas. Tapi, yang gw tangkep setelah mencoba sign-up di website-nya: twitter melakukan sharing status anda. Anda sedang melakukan sesuatu, tulis di twitter, dan orang-orang yang sedang mengikuti status anda akan tahu anda sedang apa. Sekian. Gak penting? Memang, ga penting.

Tapi pada kenyataannya, dari status Facebook saja terlihat bahwa para jamaah Facebookiyah fundamentalis sering sekali melakukan penggantian statusnya, yang sudah menjadi salah satu pertanda obsesi tidak sehat pada situs jejaring sosial tersebut. Twitter juga menawarkan hal yang sama, cuma lebih mudah. So, why not? Hidup harus icip-icip hal baru kan? Hemm, mungkin karena saat ini baru gw dan Nicky yang ikutan twitter, jadinya belom kerasa serunya. Untuk menjadikan aplikasi ini lebih seru, saya bersabda: semua anak elektro harus ikutan Twitter! Hayuk ikutan biar rame!

Saran: Seperti yang kita semua tahu, keunggulan Firefox yang membuat saya jatuh cinta berulang-ulang pada web browser tersebut adalah add-ons nya yang banyak. Add-on yang sangat mendukung kegiatan bertwitter-ria ini adalah twitterbar yang baru saja gw saya install tadi. Happy twitter. =)

7 thoughts on “Twitter

  1. pake plurk lah, lebih bagus menurut gw cuma emang kalah populer aja sih..

    masukin blog gw ke aggregator donk dit, blog gw masih cupu banget tapi, soalnya baru pindah, blog yang lama gw tinggalkan begitu saja..
    hidupdendengbalado.wordpress.com

  2. hmmm klpun gw mo bikin, gw pilih plurk.. hehe

    oiya tenang aja, jamaah Facebookiyah fundamentalis bakal segera diusut ke pesantrennya di amerika sana, karena imamnya, Mark Zuckerberg, ditengarai sedang menyusun kitab Al-Faisbuq

  3. lebih suka plurk..
    lebih interaktif..
    dan banyak banget reward yg bisa kita dapet…
    ada kebanggan tersendiri juga kalo krmanya bisa ngalahin temen2..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s