Zona Nyaman

Tau zona nyaman? Analoginya begini, jadi kalau anda belajar RE, ini kondisi yang disebut dengan keadaan tunak atau steady state. Sebelum masuk ke zona ini, kondisi sistem akan terus berubah untuk menyesuaikan diri. Tapiii, kalau sudah masuk zona ini, ditunggu sampai kapan juga, kondisi sistem udah gak akan berubah lagi. Kalau mau ada perubahan pun, sistemnya cenderung untuk mempertahankan kondisi yang ada dan menolak perubahan yang terjadi.

Dan ternyata, elektro tuh memang bisa mewakili berbagai macam aspek kehidupan. Steady state ini ternyata ada juga di kehidupan nyata, dan sering dialami oleh banyak mahasiswa! Contoh, waktu pertama masuk ITB, gw sendiri merasa ga nyaman dengan lingkungan kampus dan waswas dengan nilai gw, berhubung waktu di STEI gw merasa sekeliling gw tuh sekumpulan manusia-manusia jenius semua. Walhasil, gw belajar, belajar, dan belajar supaya nilai gw ga jatoh. Sekarang, gw udah nyaman di ITB. Jadinya, gw cenderung untuk mempertahankan status gw yang statis ini, dan *mungkin* jadi tidak begitu tertarik untuk melakukan hal-hal yang berbeda dari kebiasaan gw atau mencoba belajar hal-hal yang baru karena gw merasa, toh kondisi ini udah pas. Gak usah diambahin.

Dan gw baru menyadari, kalo kondisi steady state ini tuh bahaya banget buat kelangsungan hidup gw ke depannya. Bisa-bisa gw mati nih! Ha, lebay? Ga juga kali! Coba definisikan hidup! Kalo menurut Paulo Coelho, pengarang buku “The Alchemist”, definisi hidup itu adalah suatu kondisi di mana hidup kita tidak terikat dengan rutinitas kita tiap hari, sehingga kita terjebak dan udah ga paham lagi esensi kita hidup itu mau ngapain. Karena itulah si Paulo Coelho ini mau supaya di batu nisannya ditulis kalimat sebagai berikut : “meninggal pada saat dia masih hidup”.

Nah, inilah bahaya dari steady state, atau kembali pada judul, zona nyaman. Kita bisa mati. Ga mau berubah ke ara inovasi yang lebih baik lagi, nyaman dengan status kita yang statis ini. Kita mungkin berpikir, kalo kita ga melakukan perubahan secara radikal, kondisi nyaman akan tetap berlangsung. Namun itu salah, karena sedikit demi sedikit kondisi yang kita anggap ideal itu pasti runtuh (misalnya gw dan nilai gw semester ini yang diakibatkan gw males belajar -_-). Karena itulah saat ini gw bertekad, mau melangkahkan kaki keluar zona nyaman.

Posted in UncategorizedTagged

2 thoughts on “Zona Nyaman

  1. Err… Dit…
    Sebenernya aku setuju sama Paulo Coelho itu. Lagipula kita nggak mungkin berada di zona nyaman seterusnya. Soalnya ada banyak faktor yang begitu menggoda.

    Tapi kenapa analoginya harus RE???
    Buset. Mabok dah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s